- Seorang petugas kebersihan di Sulawesi Selatan menerima upah di bawah standar UMP 2026 akibat sistem outsourcing.
- Tingkat pengangguran di Sulawesi Selatan meningkat dengan lulusan SMK sebagai kelompok yang paling sulit mendapatkan pekerjaan.
- Serikat buruh menuntut penghapusan sistem outsourcing serta pengawasan ketat terhadap hak normatif pekerja menjelang peringatan May Day.
Lebih jauh, sektor informal masih mendominasi, mencakup hampir 59 persen dari total pekerja.
Artinya, sebagian besar pekerja berada dalam kondisi kerja yang rentan, tanpa kepastian upah, jaminan sosial yang memadai, atau perlindungan kerja jangka panjang.
Lulusan SMA/SMK Paling Banyak Menganggur
Ironisnya, tantangan terbesar justru dialami oleh mereka yang secara formal siap kerja.
Data menunjukkan bahwa pengangguran paling banyak berasal dari lulusan SMA dan SMK. Tingkat pengangguran tertinggi bahkan tercatat pada lulusan SMK, mencapai 9,74 persen.
AN termasuk dalam kelompok ini. Ia lulusan SMK jurusan tata boga. Harapannya dulu sederhana. Bekerja di hotel atau restaurant besar.
Namun, peluang itu tak pernah benar-benar datang.
"Saya jurusan tata boga, tapi terpaksa daftar sebagai petugas kebersihan," ungkapnya.
Kisah ini memperlihatkan jurang antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Sekolah menyiapkan keterampilan tertentu, tetapi pasar tidak selalu menyediakan ruang bagi keterampilan itu untuk digunakan.
Baca Juga: Inilah Daftar Gaji Minimum Pekerja di Kota Makassar Mulai 2026
Jam Kerja Panjang, PHK Jadi Ancaman
Selain upah, AN juga menyoroti hal lain. Soal ketidakpastian.
Sebagai pekerja outsourcing, ia mengaku kerap menghadapi jam kerja yang tidak manusiawi.
Ancaman pemutusan kerja pun selalu ada tanpa jaminan pesangon.
Sistem outsourcing sendiri menjadi salah satu isu utama yang kini kembali menguat, terutama menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei.
Soroti Outsourching Hingga Penegakan Hukum Ketenagakerjaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Belanja Makin Hemat, Dapatkan Diskon 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Ahmad Ali: Gelombang Besar Menuju Kemenangan PSI 2029 Dimulai dari Sulteng
-
KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
-
Stadion Sudiang Makassar Disegel, Pembangunan Tribun Selatan Lumpuh!
-
29 ASN Kemensos di Sulsel Masuk Daftar PPATK Terindikasi Judi Online