Muhammad Yunus
Senin, 27 April 2026 | 16:51 WIB
Jamaluddin Jompa kembali dilantik jadj Rektor Universitas Hasanuddin Makassar. Pelantikan digelar di Baruga AP Pettarani, Senin, 27 April 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Jamaluddin Jompa resmi dilantik kembali menjadi Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026-2030 di Makassar pada 27 April 2026.
  • Ia terpilih kembali dengan dukungan mayoritas 23 suara setelah berhasil meningkatkan peringkat Unhas dalam QS World University Rankings.
  • Jamaluddin berfokus mengembangkan inovasi teknologi serta memperluas kerja sama global untuk memperkuat reputasi akademik universitas di masa depan.

SuaraSulsel.id - Jamaluddin Jompa kembali dilantik sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk periode 2026-2030.

Pelantikan berlangsung di Baruga AP Pettarani, Senin, 27 April 2026 dipimpin Ketua Majelis Wali Amanat, Prof Alimuddin Unde.

Ini menjadi periode kedua bagi Jamaluddin memimpin salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur tersebut.

Dalam proses pemilihan rektor yang berlangsung sejak 2025, Jamaluddin meraih dukungan mayoritas dengan 23 suara.

Ia unggul jauh dari dua kandidat lainnya, yakni Prof Budu yang memperoleh satu suara dan Prof Sukardi Weda yang tidak mendapatkan suara.

Hasil tersebut mempertegas kuatnya dukungan sivitas akademika terhadap sosok yang akrab disapa Prof JJ itu.

Nama Jamaluddin Jompa sendiri bukan hal baru di lingkungan akademik Unhas.

Lahir di Takalar, Sulawesi Selatan, pada 8 Maret 1967, ia dikenal sebagai profesor di bidang ekologi laut dengan fokus penelitian pada terumbu karang dan ekologi pesisir.

Selain aktif sebagai akademisi, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan riset yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Enam Peserta Disabilitas Ikuti UTBK SNBT di Unhas, Kampus UNM Siapkan Ribuan Komputer

Perjalanan akademiknya tidak lepas dari latar belakang masa kecil yang cukup dinamis.

Ia mengaku kerap berpindah tempat mengikuti sang ayah yang berprofesi sebagai tentara.

Pendidikan dasar sempat ia tempuh di Sampeang, Kabupaten Bulukumba, sebelum kemudian melanjutkan sekolah di Kabupaten Pinrang hingga lulus dari SMAN 2 Pinrang.

Ketertarikan pada ilmu pengetahuan alam, khususnya yang berkaitan dengan laut sudah muncul sejak usia dini.

Minat tersebut membawanya memilih Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

Di kampus inilah ia mulai mendalami ilmu kelautan secara lebih serius.

Langkahnya kemudian berlanjut ke jenjang pendidikan internasional.

Ia meraih gelar master di McMaster University, Kanada, dan gelar doktor di James Cook University, Australia.

Pengalaman tersebut memperluas wawasan keilmuannya sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai peneliti dan lembaga internasional.

Sepanjang kariernya, Jamaluddin aktif dalam berbagai peran strategis. Ia pernah menjadi anggota penasihat bidang ekologi kelautan untuk Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Di tingkat internasional, ia terlibat dalam Coral Triangle Initiative dan Coral Triangle Center.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Unhas.

Selain itu, ia juga dikenal di kalangan ilmuwan muda sebagai Presiden Akademi Sains Muda Indonesia (ALMI). Berbagai publikasi ilmiah dan buku telah ia hasilkan, termasuk kolaborasi dengan peneliti dari berbagai negara.

Ia juga pernah menerima penghargaan internasional Pew Fellows for Marine Conservation Project 2019 dari The Pew Charitable Trusts.

Dalam periode kepemimpinannya sebelumnya, Unhas mencatat sejumlah capaian. Salah satunya adalah peningkatan peringkat dalam QS World University Rankings 2026, di mana Unhas berhasil menembus posisi 951 dunia.

Pencapaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas pendidikan dan reputasi akademik Unhas di tingkat global.

Usai dilantik, Jamaluddin menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.

Ia menilai amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar untuk melanjutkan pengembangan kampus ke depan.

Menurutnya, Unhas perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan dan robotik.

"Kami pun telah menyiapkan program studi berupa artificial intelligence dan juga hal-hal yang merupakan terobosan baru sesuai dengan perkembangan zaman," ucapnya.

Ia menyebut, kampus telah menyiapkan sejumlah program studi dan inovasi baru yang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Salah satu yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian, termasuk penggunaan drone untuk penanaman padi.

"Ada beberapa negara yang sudah mencontoh, walaupun komponennya memang masih sebagian dari luar kita beli. Tapi, intelektualnya di situ adalah bagaimana menanam padi melalui drone itu adalah betul-betul murni," kata Jamaluddin.

Selain itu, Unhas juga terus mendorong kerja sama global melalui pengembangan pusat-pusat unggulan, seperti Asian China Center of Excellence di bidang metalurgi dan sumber daya kelautan.

Ke depan, Jamaluddin berharap Unhas dapat terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional.

Ia menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan adaptasi sebagai kunci menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More