- Enam peserta disabilitas mengikuti UTBK SNBT di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada tanggal 21 hingga 28 April 2026.
- Panitia menyediakan ruang ujian khusus di lantai satu guna memberikan aksesibilitas yang mudah bagi para peserta disabilitas.
- Universitas Hasanuddin memastikan kesiapan infrastruktur teknis dan keamanan guna menjamin pelaksanaan ujian yang adil serta bebas kecurangan.
SuaraSulsel.id - Sebanyak enam disabilitas dari total 18.871 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 21-28 April 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin di Makassar, mengatakan enam peserta disabilitas itu terdiri dari tiga tuna rungu, satu tuna wicara, dan dua tuna daksa.
"Di Unhas tidak terdapat peserta tuna netra yang mengikuti UTBK. Adapun penempatan difabel tuna netra diatur dan ditentukan oleh pusat dari seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru," ujarnya, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, pihak panitia sudah siapkan lokasi tempat ruang khusus untuk ujian, itu ditempatkan di lantai satu untuk mempermudah akses.
Adapun masalah pendampingan, kata dia, berhubung fasilitas dalam ruang yang dibutuhkan baik untuk tuna rungu, tuna wicara, semuanya sudah tersedia lengkap.
"Jadi tidak perlu didampingi karena istilahnya kalau ada pendampingan takutnya lagi, ini hanya soal untuk kita melakukan mitigasi sehingga tidak ada kecurigaan pada penyelenggaraan ujian yang bisa lebih adil," ujarnya.
Ia melanjutkan, Unhas telah melakukan berbagai persiapan awal demi suksesnya pelaksanaan UTBK mulai dari web survei, koordinasi awal panitia, pengecekan listrik, air, CCTV, genset.
"Semua infrastruktur ini harus siap dan mudah-mudahan dalam penyelenggaraan dari tanggal 21 hari ini sampai tanggal 28 nanti tidak ada masalah teknis yang akan terjadi," ujarnya.
Pihaknya juga perkuat koordinasi awal admin server teknis untuk mengantisipasi, memitigasi kecurangan, bentuk-bentuk kecurangan, itu kita melakukan penambahan jammer (penghambat sinyal) untuk semua ruang ujian.
Baca Juga: UTBK 2026 di Unhas: Libatkan Aparat hingga Pasang Jammer
Kemudian memperkuat pengadaan ATK peserta dan ujian, penyusunan buku saku untuk menjadi pedoman baik untuk peserta, penanggung jawab lokasi, maupun wakil penanggung jawab lokasi serta para pengawas.
"Kemudian tentu kita selalu koordinasi dengan mitra untuk dukungan infrastruktur seperti air, listrik, dan telekomunikasi untuk kita terus di-backup," ujarnya.
UNM Siapkan Ribuan Komputer
Universitas Negeri Makassar (UNM) menyediakan sebanyak 1.092 komputer dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada 21-28 April 2026.
"UNM menyiapkan 22 lokasi dan 48 ruang ujian dengan kapasitas 1.092 komputer per sesi (pagi dan siang). Untuk UTBK sendiri dibagi dalam 16 sesi," ujar Plt Rektor UNM Prof Dr Farida Patittingi dalam keterangannya di Makassar, Rabu.
Dari sisi pengawasan, pihak panitia melibatkan 25 pengawas umum, 88 pengawas lokasi, 875 pengawas ruangan, dan 1.001 teknisi IT. Dan juga disiapkan delapan pengawas khusus untuk peserta yang berkebutuhan khusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso