- Universitas Hasanuddin menerapkan strategi baru guna mencegah praktik perjokian pada UTBK-SNBT yang berlangsung 21-30 April 2026 di Makassar.
- Panitia menetapkan kebijakan lokasi ujian baru diinformasikan H-3 untuk memitigasi pengaturan tempat ujian dari pihak luar secara dini.
- Pengamanan diperketat melalui pemasangan CCTV, penggunaan jammer sinyal, pengawasan tim IT, serta pembaruan sistem perangkat lunak komputer ujian.
SuaraSulsel.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan beragam strategi baru sebagai bagian pencegahan praktek perjokian pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang dilaksanakan 21-30 April 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin di Makassar, mengatakan pelaksanaan UTBK 2026 mengalami perubahan strategis seperti pengumuman lokasi ujian baru diumumkan pada H-3.
Ia menjelaskan, selama ini memang sudah ditentukan tempat ujian. Misalnya jika ada peserta secara nasional memilih Makassar untuk ujian maka mereka bisa langsung memilih Makassar tapi tahun ini belum bisa memilih lokasi apakah di Unhas, UNM atau Universitas Negeri Islam (UIN) Alauddin.
"Karena ketakutan panitia nasional sehingga untuk memitigasi adanya pengaturan tempat ujian dari awal sehingga tahun ini baru diinformasikan setelah H-3 sebelum pelaksanaan kegiatan," ujarnya di hadapan media, Selasa (21/4).
Skema lain dalam mengantisipasi perjokian, kata dia, sesuai pengalaman, para peserta sebelumnya umumnya memilih beberapa program studi tertentu sehingga sangat tinggi potensi atau peluang melakukan perjokian di program studi tersebut, kata Penanggung Jawab Penerimaan Maba 2026 ini .
Selanjutnya dukungan media elektroniknya seperti CCTV harus bisa terakses semua mulai dari luar ruangan sampai dengan di dalam ruangan.
Namun khusus dalam ruangan tidak boleh pada posisi CCTV-nya langsung mengarah ke monitor melainkan mengarah ke peserta ujian membelakangi monitor karena panitia butuh identitas dari peserta.
Kemudian memperkuat penggunaan jammer atau alat pemblokir sinyal atau jaringan. Tahun ini semakin diperluas untuk memaksimalkan pengamanan jaringan setiap lokasi ujian.
Kemudian, lanjut Prof Ruslin, tim IT dibackup untuk mengantisipasi adanya pihak internal yang melakukan atau ingin mencoba melakukan kecurangan.
Baca Juga: Peringatan Keras Rektor Unhas Bagi 1.128 Pengawas UTBK: Sanksi Tanpa Toleransi
Bahkan untuk PC yang digunakan juga berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu untuk aplikasi soal masing-masing ada flashdisk sehingga ini memitigasi untuk adanya pihak tertentu yang bisa melakukan install software untuk software yang mirroring.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Begini Strategi Baru Unhas Cegah Perjokian UTBK 2026
-
Makna Mendalam Kostum 'The Queen of Kalong' Dibawa Nanda Aprianty ke Panggung Puteri Indonesia
-
Kenaikan LPG Menjalar ke Harga Makanan, UMKM di Sulsel Tertekan
-
Kedubes China Utus Tim Sidak Proyek PSEL Makassar, Imbas Tender Ulang
-
Wali Kota Makassar Ancam Copot Kepala Sekolah yang Gelar Perpisahan Siswa Berbayar