- Kapal tanker Honour 25 dibajak perompak di perairan Somalia pada April 2026 saat mengangkut komoditas minyak.
- Kapten kapal asal Indonesia, Ashari Samadikun, bersama awak lainnya kini masih berada di bawah kendali perompak.
- Kemlu RI melalui KBRI Nairobi sedang melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat demi keselamatan seluruh awak.
Kapal tanker Honour 25 diketahui tengah berlayar menuju Somalia dan mengangkut komoditas minyak.
Kapal tersebut berangkat dari Oman sejak awal tahun ini sebelum akhirnya dibajak di perairan sekitar Hafun, Somalia.
Santi berharap pemerintah dan pihak perusahaan dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri situasi yang menimpa suaminya dan para awak kapal lainnya.
"Saya berharap pemerintah dan perusahaan bisa segera menyelesaikan masalah ini dan semua kru bisa pulang dengan selamat tanpa kurang satu apa pun," harapnya.
Di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, keluarga para korban di Tanah Air berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk menyelamatkan seluruh awak kapal.
Permintaan tersebut juga disampaikan kepada Presiden RI agar memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.
Sitti Aminah, ibu kandung Kapten Ashari Samadikun menyebut kapal yang dinakhodai anaknya telah lama berlayar dan membawa muatan minyak sejak keberangkatan dari Oman.
Ia berharap anaknya dan seluruh kru dapat segera dibebaskan dan kembali dengan selamat.
"Kami berharap bantuan dari Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto untuk memulangkan anak kami ke Tanah Air," harapnya.
Baca Juga: Nelayan Indonesia Berpeluang Kerja di Luar Negeri, Ini Negara Tujuannya!
Menanggapi insiden ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan telah melakukan langkah-langkah penanganan secara intensif.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan yang terjadi pada Rabu, 22 April 2026.
"KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia," kata Heni, Senin, 27 April 2026.
Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan saat ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha terkait.
Koordinasi dilakukan secara terukur untuk memastikan penanganan berjalan optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh awak kapal, khususnya warga negara Indonesia.
"KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama melalui koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan