- Ia melakukannya bukan seminggu atau sebulan, melainkan bertahun-tahun, tanpa banyak bicara.
- Tunggakan dibayar, kekurangan ditutup, dan keyakinan terus dijaga.
- Ia mengajarkan satu hal yang sering kita lupakan: bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi
Di Asrama Haji Embarkasi Makassar, Asis berdiri bukan lagi sebagai penjual ikan keliling, tetapi sebagai tamu Allah.
Ia akan terbang menuju Arab Saudi, membawa serta semua lelah yang pernah ia rasakan, semua doa yang pernah ia panjatkan, dan semua harapan yang selama ini ia genggam erat.
Kisah Asis bukan sekadar cerita tentang haji. Ini adalah potret tentang keteguhan. Tentang bagaimana mimpi besar tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten.
Ia mengajarkan satu hal yang sering kita lupakan: bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Justru di dalam keterbatasan itulah, ketulusan diuji dan harapan menemukan jalannya.
Mungkin kita tidak sedang menabung untuk ke Tanah Suci. Mungkin mimpi kita berbeda.
Tapi satu hal yang pasti—jika seorang penjual ikan dengan sepeda tuanya bisa menembus batas keadaan, maka harapan itu selalu punya ruang untuk tumbuh, di mana pun kita berdiri hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Film Asal Toraja Ini Panen Pujian di Eropa
-
Misteri Dana Rp5 Miliar Penggusuran Lahan Laoli, DPRD Luwu Timur Tak Merasa Menganggarkan
-
Warga Semangat Dukung Program Pilah Sampah, Tempat Sampah Depan Rumah Malah Dicuri
-
Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing