- Ia melakukannya bukan seminggu atau sebulan, melainkan bertahun-tahun, tanpa banyak bicara.
- Tunggakan dibayar, kekurangan ditutup, dan keyakinan terus dijaga.
- Ia mengajarkan satu hal yang sering kita lupakan: bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi
SuaraSulsel.id - Pagi-pagi benar di sudut kampung di Kabupaten Gowa, roda sepeda tua itu kembali berputar.
Di atasnya, ember-ember berisi ikan segar bergoyang mengikuti jalan yang tak selalu mulus.
Itulah rutinitas Asis Deng Lipung—hari demi hari, tahun demi tahun—menjemput rezeki dari rumah ke rumah.
Tak ada yang tampak istimewa dari kesehariannya. Penghasilannya sekitar Rp100 ribu per hari.
Dari angka itu, ia harus membagi untuk kebutuhan dapur, pendidikan dua anaknya, dan biaya hidup yang terus berjalan.
Tapi di balik rutinitas yang sederhana itu, ada satu hal yang luar biasa: sebuah mimpi besar yang tak pernah ia lepaskan—berangkat ke Tanah Suci.
Mimpi itu tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh pelan, disiram oleh kesabaran dan dirawat dengan disiplin. Setiap hari, Asis menyisihkan Rp30 ribu hingga Rp50 ribu.
Jumlah yang mungkin bagi sebagian orang terasa kecil, tapi bagi Asis, itu adalah bagian dari perjuangan.
Ia melakukannya bukan seminggu atau sebulan, melainkan bertahun-tahun, tanpa banyak bicara.
Baca Juga: 16 Tahun Kumpul Recehan Hasil Pungut Rumput Laut, Nenek 86 Tahun Akhirnya Berangkat Haji
Tahun 2010, hasil dari kebiasaan kecil itu mulai terlihat. Ia berhasil mendaftarkan diri, bersama sang istri dan mertuanya, sebagai calon jemaah haji.
Namun perjalanan menuju panggilan suci itu belum selesai. Ia masih harus menunggu, menghadapi antrean panjang yang memakan waktu belasan tahun, sekaligus menghadapi kenyataan bahwa biaya pelunasan belum sepenuhnya siap saat panggilan itu datang.
Di titik itulah, banyak orang mungkin akan menyerah. Tapi tidak bagi Asis.
Ia memilih tetap berjalan, seperti roda sepedanya yang tak pernah berhenti meski jalanan menanjak. Satu per satu kendala diselesaikan.
Tunggakan dibayar, kekurangan ditutup, dan keyakinan terus dijaga.
Hingga akhirnya, Sabtu pagi itu tiba.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar
-
Gubernur Sulsel Beri Bantuan Keluarga Ibu Helmi yang Viral Saat Penertiban di CPI
-
PMII Makassar Ancam Gelar 'Reformasi Total Jilid II', Ajak BEM dan Buruh Konsolidasi Besar-besaran
-
Update Terbaru SPMB Sulsel: Zonasi 2 Dibuka 17 Juni, Intip Syarat dan Kuota Barunya di Sini
-
100 Kader Posyandu Sulsel Dibekali 25 Keterampilan Dasar