- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan siswa Sekolah Rakyat memerlukan waktu adaptasi untuk membentuk karakter dan kedisiplinan secara bertahap.
- Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat hingga mencapai 300 ribu peserta didik di seluruh Indonesia pada 2028.
- Pembangunan infrastruktur sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan sedang dikebut untuk selesai dan beroperasi pada Juli 2026 mendatang.
Ia menambahkan, pada tahun depan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat signifikan hingga menembus lebih dari 100 ribu siswa.
Bahkan, pada 2028, jumlah peserta didik ditargetkan mendekati 300 ribu siswa di seluruh Indonesia.
"Ini akan terus kita tingkatkan agar semakin banyak anak-anak yang bisa mengakses lingkungan pembelajaran yang berkualitas," jelasnya.
Selain peningkatan jumlah siswa, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat, termasuk di Sulawesi Selatan. Saat ini, pembangunan fisik SR di daerah tersebut terus dikebut.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum di Sulsel, Iwan menyebutkan progres pembangunan di sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulsel rata-rata telah mencapai 25 hingga 40 persen.
"Sebagian sudah masuk tahap pemasangan atap, seperti yang bisa dilihat di Sudiang, Makassar,” ujarnya.
Pembangunan ini menggunakan skema kontrak tahun jamak (multi years contract) dari 2025 hingga 2026 dengan total anggaran mencapai Rp2,3 triliun.
Sembilan lokasi tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Sidrap, Wajo, Soppeng, Tana Toraja, Barru, Makassar, Takalar, Sinjai, dan Bone.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal mengungkapkan bahwa progres tertinggi saat ini berada di Makassar dengan capaian sekitar 40 persen.
Baca Juga: Jufri Rahman Tekankan Nilai Lokal dalam Pembangunan Sekolah Rakyat
"Secara umum pembangunan berjalan sesuai kontrak, meski ada beberapa kendala seperti distribusi material dan cuaca, terutama di wilayah Tana Toraja," jelasnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan tahap awal ini dapat rampung pada Juni 2026, sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Sebanyak 1.750 siswa dari Sekolah Rakyat rintisan diharapkan sudah bisa menempati gedung baru.
Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang memadai, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga sarana pendukung lainnya.
Dengan penguatan kurikulum dan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu
-
Kabar Baik untuk PPPK yang Gaji Sering Terlambat, Pusat Turun Tangan
-
Pimpinan KPK Bongkar Cara Agar Kepala Daerah Tidak Terjaring OTT
-
Jawab Keluhan Warga Maros, Gubernur Sulsel Gelontorkan 239 Miliar di Jalan Moncongloe
-
Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak