- OJK meresmikan penggabungan lima Bank Perekonomian Rakyat di Sulawesi Selatan ke dalam PT BPR Pataru Laba pada Jumat.
- Konsolidasi dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efektivitas pengelolaan, serta memperluas jangkauan layanan perbankan bagi sektor riil.
- Penggabungan ini terbukti meningkatkan kinerja industri dengan total aset BPR dan BPRS mencapai Rp4,33 triliun per April 2026.
SuaraSulsel.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan lima Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai bagian dari upaya konsolidasi industri perbankan guna memperkuat permodalan dan meningkatkan daya saing.
"Selain itu juga dan memperkokoh ketahanan sektor BPR dalam mendukung pembiayaan sektor riil," kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch Muchlasin di Makassar, Jumat (5/6).
Ia menyebut lima BPR yang bergabung tersebut masing-masing adalah PT BPR Ganda Lata, PT BPR Paro Laba, PT BPR Hara Lata, PT BPR Suar Data, dan PT BPR Paro Dana.
Seluruhnya resmi melebur ke dalam PT BPR Pataru Laba yang berkedudukan di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Menurut Muchlasin, melalui penggabungan usaha, BPR akan memiliki struktur permodalan yang lebih kuat, pengelolaan yang lebih efektif, serta jangkauan layanan yang lebih luas.
Langkah itu juga diharapkan mendorong pengembangan layanan keuangan yang lebih inovatif dan digital, terutama di wilayah kepulauan Sulawesi.
Dengan terealisasinya penggabungan tersebut, jumlah BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Sulselbar kini menjadi 17 BPR dan 8 BPRS.
OJK mencatat kinerja industri BPR dan BPRS di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 April 2026, total aset BPR/BPRS mencapai Rp4,33 triliun atau tumbuh 9,02 persen secara tahunan.
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp2,83 triliun atau meningkat 5,54 persen, dan kredit atau pembiayaan mencapai Rp3,64 triliun atau tumbuh 7,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: 4 Jalur SPMB Sulsel 2026: Cek Kuota dan Syarat Lengkap Zonasi hingga Prestasi
OJK menilai pertumbuhan tersebut turut didukung oleh efektivitas program konsolidasi dan penggabungan usaha BPR yang telah dilakukan di wilayah kepulauan Sulawesi.
Melalui kebijakan konsolidasi yang berkelanjutan, lanjut Muchlasin, OJK menegaskan akan terus mendorong transformasi industri BPR agar lebih efisien, kompetitif, dan berdaya tahan, sekaligus mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso