- Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan peningkatan kasus campak dengan 169 pasien terkonfirmasi positif hingga April 2026.
- Virus campak kini berisiko tinggi menginfeksi orang dewasa dan anak-anak yang memiliki sistem imun tubuh rendah.
- Pemerintah daerah menggencarkan program imunisasi gratis serta skrining lapangan untuk menekan penyebaran virus di masyarakat.
SuaraSulsel.id - Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat di tengah meningkatnya kasus campak di Sulawesi Selatan.
Selain menyerang bayi dan anak-anak, penyakit menular ini juga dapat dengan mudah menjangkiti orang dewasa yang memiliki daya tahan tubuh lemah, termasuk akibat kebiasaan sering begadang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Muhammad Amrullah mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan berisiko menyerang siapa saja dengan sistem imun rendah.
"Campak ini tidak hanya menyerang bayi yang belum diimunisasi atau anak yang imunisasinya belum lengkap, tetapi juga orang dewasa dengan imunitas rendah, seperti penderita HIV/AIDS atau mereka yang memiliki pola hidup tidak sehat," ujar Amrullah, Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan pola hidup tidak sehat yang dimaksud meliputi kebiasaan sering begadang, kurang istirahat, minim konsumsi air putih, serta pola makan yang tidak teratur.
Kondisi tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga virus campak lebih mudah menginfeksi.
"Kurang tidur, jarang minum air putih, dan makan tidak teratur bisa membuat imunitas turun. Ketika daya tahan tubuh lemah, virus campak akan lebih mudah masuk," jelasnya.
Menurut Amrullah, campak bukan penyakit ringan. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala serius yang berdampak pada penurunan kondisi tubuh secara signifikan, bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi hingga kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Meski demikian, ia memastikan Kabupaten Bulukumba hingga saat ini belum ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Baca Juga: Waspada! 7 Daerah di Sulsel Tetapkan Status KLB Campak, Apa yang Harus Dilakukan?
Hal tersebut karena penyebaran kasus masih tersebar di beberapa wilayah dan belum memenuhi kriteria KLB.
"Penyebarannya tidak terpusat di satu titik, sehingga belum masuk kategori KLB," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bulukumba, jumlah kasus suspek campak tercatat sebanyak 378 kasus. Namun, belum seluruhnya dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Hasil laboratorium yang sudah keluar sebanyak 45 sampel, dengan 37 dinyatakan positif dan sembilan negatif. Sisanya masih dalam proses pemeriksaan," ungkap Amrullah.
Ia mengakui, pada tahap awal sempat terjadi keterlambatan pemeriksaan akibat keterbatasan reagen di laboratorium, sehingga sejumlah sampel belum dapat segera diuji.
Untuk menekan penyebaran, Dinas Kesehatan Bulukumba terus menggencarkan skrining di lapangan serta memperluas cakupan imunisasi campak dan rubella. Upaya ini dilakukan hingga ke tingkat dusun untuk memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?