Budi Arista Romadhoni
Senin, 06 April 2026 | 20:17 WIB
Siti Khumaerah, siswi SMAN 2 Makassar diterima di lima kampus ternama di dunia. (Ist)
Baca 10 detik
  • Siti Khumaerah Sari, siswi SMAN 2 Makassar, berhasil diterima di lima universitas ternama luar negeri dengan beasiswa penuh.
  • Keberhasilan tersebut diraih berkat konsistensi belajar dan kemampuan bahasa Inggris tinggi dengan skor IELTS mencapai angka delapan.
  • Meski telah diterima di luar negeri, Siti tetap fokus menyelesaikan pendidikan menengah dan mengikuti UTBK di Indonesia.

SuaraSulsel.id - Di tengah persiapan ujian akhir sekolah, Siti Khumaerah Sari (17) justru dihadapkan pada pilihan yang tidak biasa. Melanjutkan studi di dalam negeri, ataukah berangkat ke salah satu dari lima universitas luar negeri yang telah menerimanya dengan beasiswa penuh.

Siti, siswi kelas XII 7 SMAN 2 Makassar itu berhasil menembus sejumlah universitas ternama dunia. 

Ia diterima di University of Toronto, University of Sydney, dan University of Glasgow untuk program kedokteran. 

Di luar itu, ia juga lolos di University of Melbourne dan University of Edinburgh untuk bidang matematika dan statistik.

Namun, alih-alih larut dalam euforia, Siti justru memilih kembali pada rutinitasnya sebagai pelajar. 

Ia setiap pagi datang ke sekolah, masih duduk di kelas yang sama, mengikuti pelajaran, dan bersiap menghadapi ujian akhir seperti teman-temannya.

"Saya lagi fokus untuk UTBK hari ini kak," katanya singkat saat dihubungi, Senin, 6 April 2026. 

Bahasa Inggris Jadi Kunci 

Bagi pihak sekolah, capaian Siti bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. 

Baca Juga: Teror Granat di Kantor BPN Makassar

Kepala SMA Negeri 2 Makassar, Syafruddin menyebut Siti sebagai sosok yang konsisten terutama dalam hal belajar dan mengasah kemampuan bahasa inggris. 

"Dia itu tekun. Apalagi kalau ada lomba bahasa Inggris dia selalu terlibat," kata Syafruddin.

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kekuatan utama Siti. Nilai IELTS yang ia peroleh bahkan mencapai angka 8, skor yang menunjukkan kemampuan mendekati penutur asli. 

Nilai itu, kata Syafruddin bahkan setara dengan guru bahasa Inggris di sekolah tersebut.

Hasil itu bukan diraih dalam waktu singkat. Melainkan melalui proses panjang yang ia jalani sejak jauh hari.

Di sekolah, Siti bukanlah siswa yang selalu berada di peringkat teratas secara akademik. Namun, ia menunjukkan konsistensi dalam bidang yang ia tekuni.

Load More