Andi Ahmad S
Kamis, 26 Maret 2026 | 15:49 WIB
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras di Indonesia aman hingga akhir tahun 2026. (SuaraSulsel.id/Lorensia Clara)
Baca 10 detik
  • BRIN memprediksi El Nino kuat ("Godzilla El Nino") bersamaan IOD positif, berpotensi memicu kekeringan panjang di Indonesia.
  • Menteri Pertanian memastikan stok beras nasional aman mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2026.
  • Stok beras di Sulawesi Selatan, lumbung pangan, juga melimpah, cukup untuk kebutuhan hingga sekitar 50 bulan ke depan.

Amran juga mengungkapkan cadangan beras pemerintah saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyebut stok beras nasional telah mencapai sekitar 4,2 juta ton, dan diperkirakan meningkat menjadi 5,2 juta ton dalam waktu dekat.

"Tidak pernah terjadi stok seperti ini selama Republik Indonesia berdiri," tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga beras dapat tetap terjaga, termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Ketersediaan stok yang melimpah diharapkan mampu meredam gejolak harga di pasar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi lonjakan harga akibat dampak El Nino.

Stok Beras di Sulsel Juga Melimpah

Stok beras pemerintah mencapai 4 juta ton berkat penyerapan hasil panen petani sejak awal 2026. [Antara]

Musim kemarau di Sulawesi Selatan dan sekitarnya diprediksi akan terjadi pada awal Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kota Makassar dan sekitarnya masih berada pada musim hujan hingga April mendatang, meski curah hujan akan mengalami tren penurunan sebagai tanda awal peralihan ke musim kemarau.

Pemerintah pun memastikan kondisi pangan di daerah ini juga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Di Sulawesi Selatan, salah satu lumbung pangan nasional, stok beras dilaporkan dalam kondisi sangat aman.

Baca Juga: Respon Kasus Bayi Dijual di Makassar, Veronica Tan: Beban Ekonomi dan Pengasuhan Jadi Akar Masalah

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi menyebut cadangan beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 533 ribu ton.

Jumlah itu diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.

"Stok beras kami saat ini sekitar 533 ribu ton. Itu cukup sampai Lebaran tahun depan," ujarnya.

Ia bahkan menyebut jika dihitung secara keseluruhan, stok yang tersedia bisa mencukupi kebutuhan hingga sekitar 50 bulan ke depan. Kondisi ini menjadikan cadangan beras di Sulawesi Selatan sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah.

"Boleh dikatakan stok kami ini yang terbesar. Jadi masyarakat tidak perlu panik," tambahnya.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Load More