- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersilaturahmi Idulfitri dengan Jusuf Kalla untuk meminta pandangan politik jelang Musda Golkar Sulsel.
- Dukungan terhadap Munafri menguat signifikan karena 20 DPD II Partai Golkar se-Sulsel telah memberikan rekomendasi resminya.
- Musda Golkar Sulsel dijadwalkan Maret 2026, keputusan akhir tetap dipengaruhi DPP meski dukungan daerah sudah diperoleh Munafri.
Selain itu, dukungan juga datang dari Pangkep, Soppeng, Wajo, Sidrap, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, dan Luwu Utara.
Para pengurus daerah tersebut disebut telah sepakat mengusung satu nama dalam Musda Golkar Sulsel mendatang, yakni Munafri Arifuddin.
Nirwan menegaskan dukungan tersebut tidak dilandasi tekanan dari pihak manapun, melainkan lahir dari keinginan bersama untuk memperkuat soliditas partai ke depan.
"Ini murni aspirasi kader di daerah. Kami ingin melihat Golkar Sulsel lebih baik, lebih solid, dan kembali menjadi kekuatan politik utama," tegasnya.
Ia juga membantah isu adanya perpecahan di internal Partai Golkar Sulsel menjelang Musda. Menurutnya, yang terjadi justru sebaliknya, yakni menguatnya semangat kebersamaan di antara kader.
"Isu kesenjangan antar kader itu tidak benar. Yang ada justru soliditas dan semangat kebersamaan," ujarnya.
Musda Golkar Sulsel sendiri dijadwalkan akan digelar pada akhir Maret 2026. Forum tersebut akan menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat provinsi untuk periode mendatang.
Meski dukungan terhadap Munafri telah menguat di tingkat daerah, dinamika politik internal Golkar masih sangat dipengaruhi oleh keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia disebut memiliki peran strategis dalam menentukan arah dukungan, termasuk dalam Musda di tingkat daerah.
Baca Juga: Hangatnya Silaturahmi Idulfitri: Appi-Danny Bahas Sinergi Pembangunan Makassar
Dalam struktur pengambilan keputusan, terdapat total 30 suara yang memiliki hak pilih dalam Musda Golkar Sulsel.
Suara tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari DPD II, organisasi sayap, hingga unsur dewan pertimbangan dan organisasi pendiri partai.
Dari jumlah tersebut, DPD II menyumbang porsi terbesar dengan 24 suara. Sisanya berasal dari DPD I, organisasi sayap, serta unsur pendukung lainnya.
Untuk dapat maju sebagai calon ketua, seorang kader harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total suara, atau sekitar delapan suara.
Dengan komposisi tersebut, dukungan dari 20 DPD II yang telah diklaim berpihak kepada Munafri menjadi modal politik yang cukup signifikan.
Namun, keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui mekanisme Musda serta arah kebijakan DPP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung
-
60 Ribu Calon Mahasiswa Lepas Kursi SNBP, Unhas Justru Catat Tren Positif
-
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut
-
10 Koperasi Merah Putih di Kolaka Ingin Putus Rantai Tengkulak
-
Prabowo Tegaskan Peran Vital Petani-Nelayan, Kawasan Produktif Transmigrasi Siap Diperkuat