- Sekda Sulsel Jufri Rahman menghadiri buka puasa bersama OJK dan FKIJK pada 9 Maret 2026, mengapresiasi peran strategis forum tersebut.
- FKIJK dinilai efektif sebagai wadah koordinasi industri keuangan untuk menyelesaikan isu dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
- Data Januari 2026 menunjukkan aset perbankan Sulsel Rp212,19 triliun; investor pasar modal tumbuh 31,23 persen.
SuaraSulsel.id - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menghadiri kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama OJK dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Ballroom Sultan Hasanuddin Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Senin, 9 Maret 2026.
Kegiatan ini mempertemukan regulator, pelaku industri jasa keuangan, serta pemerintah daerah dalam suasana kebersamaan Ramadan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekda Sulsel Jufri Rahman mengapresiasi keberadaan FKIJK yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor keuangan di daerah.
"Organisasi ini yang akan menentukan arah ekonomi Sulawesi Selatan dan Indonesia kedepan. Kalau semua anggota forum merumuskan kebijakan, insya Allah apa yang diinginkan pemerintah bisa terwujud," ungkapnya.
Ia menilai forum tersebut menjadi ruang koordinasi yang efektif bagi pelaku industri keuangan untuk bertukar informasi sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam sektor keuangan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kami mengapresiasi yang telah dilakukan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dan peran serta dari OJK," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jufri juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap keberadaan forum komunikasi industri jasa keuangan tersebut.
Menurutnya, FKIJK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat koordinasi antar pelaku industri keuangan di bawah pengawasan OJK.
"FKIJK itu kan komunitas, dan saya kira itu keberadaannya sangat positif. Kenapa? Karena disamping OJK ini mengawasi bisnis perbankan dan bisnis keuangan, tentu komunitas ini juga menjadi ajat silaturahmi, saling berbagi info, dan seterusnya," jelasnya.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Dukung Program Jembatan Gantung Presiden Prabowo untuk Akses Warga
Ia menambahkan, forum tersebut juga dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di sektor keuangan melalui komunikasi yang terbuka dan kolektif.
"Sehingga persoalan-persoalan sulit yang mungkin kalau tidak dibicarakan secara kolegal, bisa menjadi lebih rumit lagi dengan melalui keberadaan FKIJK ini bisa dijadikan sarana untuk penyelesaian," tambahnya.
Menurut Jufri, peran OJK bersama pelaku industri jasa keuangan sangat penting dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejalan dengan itu, kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan juga menunjukkan tren positif.
Data terbaru per Januari 2026 menunjukkan total aset perbankan di Sulsel mencapai Rp212,19 triliun, dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp145,27 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp173,03 triliun.
Pertumbuhan kredit tercatat 5,56 persen secara tahunan (year on year) dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,76 persen, yang menunjukkan risiko kredit masih terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank