- Sekda Sulsel Jufri Rahman menghadiri buka puasa bersama OJK dan FKIJK pada 9 Maret 2026, mengapresiasi peran strategis forum tersebut.
- FKIJK dinilai efektif sebagai wadah koordinasi industri keuangan untuk menyelesaikan isu dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
- Data Januari 2026 menunjukkan aset perbankan Sulsel Rp212,19 triliun; investor pasar modal tumbuh 31,23 persen.
Sementara rasio loan to deposit ratio (LDR) berada pada 119,11 persen, menandakan fungsi intermediasi perbankan masih kuat dalam mendorong aktivitas ekonomi.
Penyaluran kredit produktif terbesar di Sulsel tercatat pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp38,21 triliun, diikuti sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp15,80 triliun, industri pengolahan Rp8,32 triliun, serta sektor konstruksi Rp4,97 triliun.
Distribusi kredit juga masih didominasi oleh Kota Makassar dengan porsi 52,16 persen, disusul Kota Palopo 7,05 persen, Kota Parepare 4,15 persen, serta Kabupaten Bulukumba 4,08 persen.
Selain sektor perbankan, pertumbuhan juga terlihat pada lembaga keuangan non-bank. Layanan fintech lending tercatat tumbuh 34,56 persen, sektor pergadaian meningkat 36,53 persen, dan penjaminan naik 36,64 persen, meskipun sektor asuransi mengalami penurunan premi dan klaim.
Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Selatan juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir tahun tercatat 525.596 investor dengan pertumbuhan 31,23 persen secara tahunan.
Nilai transaksi saham bahkan mencapai Rp41,87 triliun, melonjak 85,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbagai program penguatan ekonomi daerah juga terus dijalankan melalui kolaborasi sektor jasa keuangan. Di antaranya Program Hapus Rentenir dengan plafon kredit mencapai Rp31,38 triliun, pembentukan 1.611 klaster UMKM, serta perluasan penggunaan QRIS dengan 1.319.115 merchant.
Selain itu, program One Student One Account juga telah menjangkau 2.032.302 rekening pelajar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Sementara itu, program literasi keuangan GENCARKAN yang diinisiasi OJK telah melaksanakan 51 kegiatan dengan total 631.813 peserta, menyasar berbagai kelompok masyarakat mulai dari pelajar, UMKM, nelayan, hingga petani.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Dukung Program Jembatan Gantung Presiden Prabowo untuk Akses Warga
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin, para pimpinan dan perwakilan industri jasa keuangan, Direktur Utama PT Bank Sulselbar, serta para insan media.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS