- Pelebaran Jembatan Pasar Sentral Maros segera dilaksanakan untuk mengatasi kemacetan jalur Makassar-Maros-Pangkep.
- BBPJN Sulsel menganggarkan Rp54,6 miliar untuk duplikasi jembatan; tahap awal adalah pembebasan sembilan bidang lahan.
- Pemprov Sulsel mendukung pembebasan lahan dengan anggaran Rp8 miliar, ditargetkan konstruksi dimulai akhir April atau awal Mei.
SuaraSulsel.id - Rencana pelebaran Jembatan Pasar Sentral di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan segera memasuki tahap pelaksanaan.
Proyek ini digagas untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di jalur strategis penghubung Makassar, Maros, dan Pangkep.
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan telah menyiapkan anggaran pembangunan duplikasi jembatan tersebut. Saat ini, proses yang tengah berjalan adalah pembebasan lahan yang menjadi syarat utama sebelum pembangunan fisik dimulai.
Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses tersebut.
Ia memastikan komunikasi dengan masyarakat yang terdampak juga terus dilakukan untuk memperjelas batas-batas lahan yang akan dibebaskan.
"Secara umum sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tinggal bagaimana komunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi untuk memperjelas batas-batas lahannya," kata Muetazim usai menghadiri rapat koordinasi bersama BBPJN dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 10 Maret 2026.
Muetazim menjelaskan terdapat sembilan bidang tanah yang akan dibebaskan untuk kepentingan pembangunan jembatan baru tersebut. Saat ini, proses verifikasi dan pengukuran ulang tengah dipersiapkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar proses pembebasan lahan dapat segera dituntaskan.
Ia berharap tahapan tersebut dapat segera rampung sehingga pembangunan fisik jembatan dapat dimulai dalam waktu dekat.
"Memang masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, tetapi pemerintah daerah terus berupaya agar prosesnya bisa berjalan cepat," ujarnya.
Baca Juga: Korupsi Bibit Nanas: Dua Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Ditahan Bersama Bahtiar Baharuddin
Sementara itu, Kepala BBPJN Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma menjelaskan pembangunan duplikasi Jembatan Maros sangat diperlukan karena saat ini terjadi ketidaksesuaian antara kapasitas jalan dan jembatan yang ada.
Ia menjelaskan ruas jalan di kawasan tersebut telah diperlebar menjadi empat lajur dua arah. Namun jembatan yang berada di jalur tersebut masih memiliki dua lajur dua arah, sehingga sering menimbulkan penyempitan arus lalu lintas atau bottleneck.
"Jembatan yang ada sekarang masih dua lajur dua arah, sementara ruas jalannya sudah empat lajur dua arah. Itu yang menyebabkan terjadinya bottleneck di titik jembatan," jelas Indra.
Jembatan tersebut berada di Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalur nasional dan menjadi salah satu poros utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkep.
Karena itu, pembangunan jembatan duplikat dinilai penting untuk memperlancar arus lalu lintas sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Indra menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan duplikasi Jembatan Maros mencapai sekitar Rp54,6 miliar. Pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung selama 15 bulan dengan skema proyek tahun jamak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
6 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar di Sulsel
-
Jufri Rahman: Forum Industri Jasa Keuangan Bisa Menentukan Arah Ekonomi Sulsel ke Depan
-
Gubernur Sulsel Dukung Program Jembatan Gantung Presiden Prabowo untuk Akses Warga
-
Segera Cair! Rp54,6 Miliar Digelontorkan untuk Pelebaran Jembatan Maros
-
Korupsi Bibit Nanas: Dua Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Ditahan Bersama Bahtiar Baharuddin