Muhammad Yunus
Selasa, 03 Maret 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi salat gerhana bulan total 'blood moon' (Google Studio AI)
Baca 10 detik
  • BMKG Makassar menyatakan gerhana bulan total dapat diamati kasat mata mulai sore hari di wilayah tersebut.
  • Fenomena gerhana bulan memicu pelaksanaan Salat Gerhana Bulan (Khusuf) yang hukumnya sunah muakkad.
  • Salat Khusuf memiliki ciri khas dua kali ruku' dan dua kali berdiri dalam setiap rakaatnya.

SuaraSulsel.id - Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni memastikan gerhana bulan total kali ini dapat dilihat secara kasat mata dari wilayah Makassar dan sekitarnya.

"Iya, itu bisa dilihat secara kasat mata untuk kejadian nanti malam. Kejadiannya sebenarnya mulai dari sore, tapi kami tetap mengadakan pengamatan," ujar Jamroni.

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.

Selain menjadi peristiwa ilmiah, gerhana bulan juga memiliki makna spiritual bagi sebagian masyarakat.

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar turut menggelar Salat Gerhana Bulan (Khusuf).

Berikut adalah panduan praktis tata cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf) yang bisa kamu gunakan untuk melengkapi informasi fenomena Blood Moon malam ini.

Berbeda dengan salat sunah lainnya, salat gerhana memiliki ciri khas yaitu dua kali berdiri (membaca Al-Fatihah & surat) dan dua kali ruku' dalam setiap rakaatnya.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)

Salat ini hukumnya Sunah Muakkad (sangat dianjurkan) dan lebih utama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

Baca Juga: Doa dan Tata Cara Salat Gerhana Bulan atau Salat Khusuf Dalam Islam

Persiapan & Niat
Salat dilakukan sebanyak 2 rakaat. Tanpa Azan atau Iqamah, cukup dengan seruan "Ash-shalatu Jaami'ah".

Niat (dalam hati):
"Saya niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Rakaat Pertama
1.Takbiratul Ihram.

2.Membaca Doa Iftitah, Ta’awudz, dan Surat Al-Fatihah (dibaca keras/jahr).

3.Membaca Surat Al-Quran (disunahkan surat yang panjang).

4.Ruku' pertama (disunahkan ruku' yang lama).

5.Bangkit (I'tidal), namun tidak langsung sujud.

6.Membaca Al-Fatihah lagi dan dilanjutkan membaca Surat Al-Quran (lebih pendek dari yang pertama).

7.Ruku' kedua (disunahkan ruku' yang lama, tapi lebih pendek dari ruku' pertama).

8.I'tidal kembali.

9.Sujud (seperti salat biasa, namun durasinya lebih lama).

10.Duduk di antara dua sujud.

11.Sujud kedua.

12.Bangkit untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua
Tata caranya sama persis dengan rakaat pertama:

1.Membaca Al-Fatihah & Surat Al-Quran.

2.Ruku' pertama.

3.I'tidal & membaca Al-Fatihah & Surat Al-Quran lagi.

4.Ruku' kedua.

5.I'tidal.

6.Sujud dua kali.

7.Tahiyat Akhir dan Salam.

Setelah Salat
Sangat dianjurkan bagi Imam untuk memberikan Khutbah singkat kepada jamaah yang berisi:

Ajakan untuk meningkatkan iman dan takwa.

Mengingatkan bahwa gerhana bukan tanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah.

Menganjurkan untuk banyak berdoa, beristighfar, dan bersedekah.

Load More