- LPDP lahir dari mandat UUD 1945 tentang pendidikan, dikelola sebagai dana abadi investasi (DPPN) mulai tahun 2010.
- Lembaga ini resmi terbentuk 28 Desember 2011, berstatus Badan Layanan Umum sejak Januari 2012 di bawah Menteri Keuangan.
- Kewenangan LPDP meluas setelah 2021 mengelola dana abadi penelitian dan kebudayaan, serta menjadi Operator Investasi Pemerintah 2022.
SuaraSulsel.id - Siapa sih yang nggak kenal LPDP? Lembaga yang satu ini sering banget jadi bahan obrolan di Twitter (X) atau LinkedIn, terutama bagi para pejuang beasiswa.
Tapi, pernah nggak kamu bertanya-tanya, bagaimana awalnya lembaga "pencetak" doktor dan magister ini lahir?
Ternyata, sejarahnya nggak cuma soal bagi-bagi beasiswa, tapi soal cara jenius negara mengelola uang. Yuk, kita napak tilas singkat!
Dimulai dari Mandat Konstitusi
Semua bermula dari amanah UUD 1945: 20% APBN harus buat pendidikan.
Nah, pada tahun 2010, Pemerintah dan DPR RI punya ide brilian.
Daripada uang pendidikan habis begitu saja setiap tahun anggaran, sebagian dialokasikan sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN).
Bedanya, dana ini dikelola dengan sistem endowment fund alias dana abadi.
Artinya? Uangnya diputar (diinvestasikan), dan hasilnya itulah yang dipakai buat beasiswa.
Baca Juga: Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Jadi, "tabungan" negaranya tetap utuh, tapi manfaatnya terus mengalir.
2011: Tahun Kelahiran
Setelah konsepnya matang, pada 28 Desember 2011, terbitlah aturan resmi (PMK No. 252) yang membentuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
LPDP ini unik. Dia berada di bawah Menteri Keuangan, tapi dikawal oleh "Dewan Penyantun" yang isinya menteri-menteri mentereng: Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama.
Tak lama kemudian, di Januari 2012, LPDP resmi menyandang status Badan Layanan Umum (BLU).
Makin Luas, Makin Inklusif
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
5 Kasus Teridentifikasi Penipuan Jual Beli Titik SPPG
-
Rp100 Miliar Disiapkan Untuk Pembangunan Jembatan Kembar Barombong
-
Kapolda Endus Kepentingan Politik Dibalik Maraknya Geng Motor di Sulawesi Selatan
-
Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Ikan di Gowa: Dibuntuti Lalu Dihabisi dengan Parang
-
Progres Jalan Batas GowaTondong Sinjai Capai 12 Persen, Pemprov Sulsel Kebut Proyek MYP