Muhammad Yunus
Kamis, 12 Februari 2026 | 14:29 WIB
Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Peristiwa pembakaran terjadi di Toko Emas Logam Mulia Makassar pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.25 Wita.
  • Pelaku, seorang perempuan berhijab, menggunakan botol berisi bensin untuk membakar toko sehingga menyebabkan kepanikan.
  • Pelaku berhasil diamankan warga dan dibawa polisi; toko ditutup sementara, namun aktivitas di sekitar berangsur normal.

Para karyawan yang terkejut langsung berteriak dan berusaha menyelamatkan diri. Sejumlah pengunjung dan warga sekitar ikut berhamburan keluar dari area pertokoan.

Meski api sempat membesar, tidak terdengar adanya ledakan. Saksi memastikan benda yang digunakan bukanlah bom molotov seperti kabar yang sempat beredar.

"Tidak ada ledakan. Api langsung membesar dari botol air mineral berisi bensin. Jadi bukan bom molotov," tegasnya.

Warga sekitar yang menyadari kejadian itu segera bergerak cepat mengamankan perempuan tersebut sebelum situasi semakin memburuk.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Perempuan yang diduga sebagai pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah dibawa ke kantor polisi karena orang-orang langsung amankan tadi," tambah Anto.

Dari hasil olah TKP sementara, polisi menemukan botol minuman yang diduga digunakan untuk membawa bensin.

Bau menyengat bahan bakar masih tercium di sekitar area dalam toko.

Baca Juga: Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut.

Belum ada keterangan resmi terkait alasan terduga pelaku melakukan tindakan tersebut, termasuk apakah ada unsur gangguan emosional, atau motif lain.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun insiden itu sempat menimbulkan kepanikan luas, mengingat lokasi toko berada di kawasan strategis dan selama ini relatif aman.

"Tidak ada korban jiwa, cuma kita kaget karena tidak pernah ada kejadian seperti ini di sini. Walaupun ini kawasan strategis ya, tidak pernah ada kejahatan begitu sebelumnya. Makanya kita semua panik," ujar Anto.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More