- Peresmian RDMP Balikpapan adalah langkah strategis mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperbaiki neraca transaksi berjalan negara.
- Proyek RDMP mengarahkan Indonesia menjadi pelaku industri pengolahan energi yang menciptakan diversifikasi produk bernilai tambah.
- Pemerintah mengarahkan penyerapan BBM domestik oleh SPBU swasta untuk menjamin kepastian pasar hasil produksi kilang nasional.
Ia menambahkan, kualitas BBM hasil pengolahan RDMP yang telah memenuhi standar Euro 5 juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Dengan standar tersebut, SPBU swasta dinilai tidak memiliki alasan untuk tetap bergantung pada produk impor.
Selain mengurangi impor solar, RDMP dinilai membuka peluang efisiensi dan meningkatkan kapasitas produksi nasional. Dalam jangka panjang, kebijakan ini berpotensi memperbesar ruang fiskal negara melalui penghematan devisa.
"Seharusnya memang begitu. Produk turunan dari minyak mentah sampai menjadi solar bisa diserap oleh swasta. Jadi tidak perlu lagi mengimpor," ujarnya.
Menurut Syamsuri, kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengarahkan SPBU swasta membeli BBM dari Pertamina juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi energi.
Tujuannya memastikan hasil pengolahan kilang domestik terserap optimal, sehingga manfaat ekonomi RDMP tidak berhenti pada produksi semata, melainkan menguatkan rantai pasok dalam negeri.
Sementara itu, Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik, M. Kafrawy Saenong menilai penghentian impor solar dan penguatan penyerapan produk dalam negeri merupakan langkah maju.
Namun ia mengingatkan pentingnya tata kelola dan distribusi yang sehat agar kebijakan tersebut berjalan seimbang.
Menurut Kafrawy, pembatasan impor bagi SPBU swasta perlu dipahami sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus menyehatkan ekosistem energi nasional. Meski demikian, pemerintah juga harus memastikan iklim usaha tetap adil bagi pelaku swasta.
Baca Juga: RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Siap Tancap Gas di Tiga Blok Raksasa
"Ini bagian dari upaya menyehatkan siklus ekonomi energi dalam negeri. Tapi pemerintah juga harus memastikan kebijakan ini tidak membuat pelaku usaha swasta merasa dirugikan," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan BUMN energi dan kepastian usaha bagi investor.
Dengan tata kelola yang transparan dan distribusi yang efisien, RDMP dapat menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi nasional.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
BRI Perkokoh Peran bagi Ekonomi Nasional Lewat Dividen Terbesar dan Transformasi Berkelanjutan
-
Kejari Makassar Gerak Cepat Usut Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah
-
Hak Angket DPRD Gowa Memanas! Bupati Husniah Talenrang Bakal Diperiksa 3 Skandal Ini
-
Appi Terancam Gagal Jadi Calon di Musda Golkar Sulsel
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani