- Masa jabatan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe berakhir 19 November 2025, namun DPP belum menjadwalkan Musda.
- DPP Golkar di bawah Bahlil Lahadalia belum menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) ketua, membuat struktur berjalan administratif.
- Sulawesi Selatan adalah basis suara penting Golkar, dan kekalahan pemilu 2024 menambah urgensi penentuan pemimpin baru.
SuaraSulsel.id - Kursi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan resmi lowong sejak 19 November 2025.
Masa jabatan Taufan Pawe berakhir tepat pada tanggal tersebut, sesuai Surat Keputusan DPP Partai Golkar yang diteken lima tahun lalu.
Namun, sudah sepekan berlalu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di bawah komando Bahlil Lahadalia belum juga menjadwalkan Musyawarah Daerah (Musda) untuk menentukan nahkoda baru partai beringin di Sulsel.
Situasi ini membuat roda organisasi Golkar Sulsel berjalan dalam ketidakpastian. Tidak hanya Musda yang belum diagendakan, DPP juga belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua untuk mengisi kekosongan posisi strategis tersebut.
Padahal, secara aturan internal, jabatan ketua tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama. Apalagi di daerah sebesar Sulawesi Selatan, lumbung suara yang selama puluhan tahun menjadi basis kemenangan Golkar di kawasan timur Indonesia.
Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng mengakui seluruh struktur kepengurusan tingkat provinsi juga otomatis berakhir bersamaan dengan habisnya masa jabatan ketua.
Para pengurus tak lagi memiliki kewenangan formal selain menjalankan aktivitas administratif harian sambil menunggu instruksi dari DPP.
"Iya, masa jabatan kami kan sampai 19 November 2025. SK pengurus sudah selesai," kata Marzuki, Rabu, 26 November 2025.
Marzuki menegaskan, pihaknya belum menerima informasi apa pun terkait jadwal Musda. Semua keputusan, termasuk siapa Plt yang akan ditunjuk sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Gubernur Sulsel: Fokus Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Saat Musim Hujan
"Kami juga masih menunggu dari DPP. Mereka yang putuskan kapan Musda digelar," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Ketua Bappilu Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka.
La Kama menyebut DPP belum menunjuk pelaksana tugas hingga kini, sehingga jabatan pengurus masih tetap dipimpin oleh pengurus lama.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah menerima surat dari DPP yang menyatakan bahwa jika kepengurusan DPD I berakhir masa berlaku SK-nya, namun belum ada putusan lain dari DPP, maka pengurus yang ada tetap lanjut sampai ada pemberitahuan berikutnya.
"Belum ada Plt ditunjuk DPP maka pengurus sekarang tetap lanjut sampai ada putusan dari DPP Golkar," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Di internal Golkar, pelaksana tugas ketua di tingkat provinsi hanya boleh dijabat oleh kader yang berada satu tingkat di atas DPD I, yakni pengurus DPP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Tangis Bupati Gowa Pecah Lihat Kondisi Warga Miskin Ekstrem
-
Kampung Nelayan di Sulsel Ekspor Perdana Ikan Segar ke Arab Saudi
-
Waspada! Begini Rentetan Modus Jaksa Gadungan di Sulsel
-
CEK FAKTA: Benarkah Air Sinkhole di Limapuluh Kota Menyembuhkan Penyakit?
-
Begini Perkembangan Terbaru Penanganan Kasus di Morowali oleh Polda Sulteng