- Megalit berusia seribu tahun di Desa Dongi-Dongi, Poso, ditemukan rusak pada Kamis, 5 Maret, diduga ulah penambang ilegal.
- Situs megalitikum ini berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu, yang terdaftar sebagai kandidat warisan budaya UNESCO.
- Megalit yang ditemukan memiliki pahatan wajah menyerupai batu kalamba dan diperkirakan berusia sekitar 1.000 tahun.
SuaraSulsel.id - Jenis megalit berusia 1.000 tahun yang ditemukan warga Desa Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Provinsi Sulteng diduga dirusak oleh penambang ilegal.
"Hari Kamis (5/3) sekitar jam 10 pagi, kami temukan sudah dirusak," kata sumber yang dihubungi dari Palu, Jumat (7/3).
Dia menjelaskan sehari sebelumnya, Rabu (4/3), pihaknya telah melakukan survei ke lokasi temuan, dan menemukan megalit itu dalam kondisi baik.
Namun, sehari setelah survei dilakukan, ditemukan kondisi megalit sudah rusak.
Di sekitar lokasi situs megalitikum terdapat tambang emas, dengan beberapa unit eksavator.
Sementara, situs megalitikum itu berada di dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), yang juga masuk daftar tentatif UNESCO untuk warisan budaya megalitik Lore Lindu.
Megalit (batu besar) adalah struktur atau monumen prasejarah yang didirikan menggunakan batu berukuran besar, baik tunggal (monolit) maupun susunan, yang berkembang dari zaman Neolitikum hingga Zaman Perunggu.
Megalit berfungsi sebagai penanda kubur, ritual keagamaan, atau pemujaan leluhur, contohnya meliputi menhir, dolmen, dan sarkofagus.
Megalit yang ditemukan di Dongi-Dongi merupakan batu berukuran besar, yang memiliki pahatan menyerupai wajah manusia, mirip dengan batu kalamba yang banyak ditemukan di Lembah Napu.
Baca Juga: Begini Filosofi Kue Barongko, Kuliner Khas Bugis Makassar yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Sementara itu, Ahli Arkeolog Sulawesi Tengah Iksam Djorimi memperkirakan, megalit yang ditemukan di Desa Dongi-Dongi berusia sekitar 1.000 tahun.
"Perkiraan 1.000 tahun untuk usia megalit itu," katanya dihubungi di Palu.
Dia menjelaskan penyebaran situs megalit dimulai Lembah Behoa dan Bada, Kabupaten Poso ke arah utara hingga Lembah Palu.
Dimana, situs megalitikum yang yang berada di Lembah Behoa dan Bada, Poso, diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual