- Tradisi Malam Qunut di Tabongo, Gorontalo, menarik banyak pengunjung dan pedagang makanan serta mainan.
- Pedagang seperti Ismail Erlama menjual komoditas utama seperti pisang dan kacang dalam jumlah besar.
- Wakil Bupati Gorontalo menyatakan tradisi tahunan ini berdampak positif pada ekonomi dan silaturahmi masyarakat.
SuaraSulsel.id - Tradisi Malam Qunut di Tabongo, Kabupaten Gorontalo diramaikan oleh pengunjung dan pedagang yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berjualan berbagai makanan dan mainan.
Salah seorang pedagang, Ismail Erlama, di Gorontalo, mengaku sering berjualan saat perayaan Malam Qunut dengan menyediakan sejumlah dagangan, seperti pisang, kacang, dan mainan untuk pengunjung.
Ia mengaku membawa kacang dalam jumlah cukup banyak untuk dijual maupun diedarkan kepada pedagang lain yang ikut berjualan di lokasi kegiatan.
"Saya bawa kacang sampai sekitar 2.000 liter. Kacang itu juga saya edarkan kepada orang-orang yang berjualan di sini," kata dia, Jumat (6/3).
Selain kacang, ia juga membawa sekitar 600 sisir pisang untuk dijual kepada pengunjung yang datang menikmati suasana Malam Qunut.
Ia menjelaskan kacang yang dijual tersebut bukan hasil tanam sendiri, melainkan dibeli dari pemilik kebun untuk kemudian dijual kembali.
Menurut dia, penjualan pada tahun ini mulai menunjukkan peningkatan pada hari ketiga pelaksanaan Malam Qunut.
"Kalau hari pertama dan kedua masih sepi, tapi hari ketiga ini penjualannya sudah lumayan," katanya.
Salah seorang pengunjung, Alwin, mengaku hampir setiap tahun datang ke Malam Qunut karena jarak lokasi kegiatan dekat dari rumahnya.
Baca Juga: Puluhan Penyandang Tuli di Gorontalo Khatam Al-Quran Lewat Bahasa Isyarat
Ia mengatakan tradisi tersebut selalu menarik untuk dikunjungi karena banyak pedagang yang menjual berbagai makanan, terutama pisang dan kacang yang menjadi daya tarik pengunjung.
"Saya setiap Malam Qunut pasti datang karena rumah saya dekat dan paling menarik itu pisang juga kacang, ini juga sudah jadi tradisi turun-temurun," katanya.
Wakil Bupati Gorontalo Tonny S Junus mengatakan Malam Qunut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun, menjelang pertengahan Ramadhan.
“Tradisi ini tidak hanya menyemarakkan bulan suci Ramadhan, tetapi juga menghadirkan nuansa silaturahmi, nuansa keagamaan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan sekitarnya,” katanya.
Ia mengatakan ciri khas kegiatan tersebut, adanya berbagai jajanan tradisional yang dijual masyarakat, terutama pisang dan kacang, yang menjadi daya tarik warga yang datang meramaikan kegiatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
Terkini
-
Komnas HAM Desak Polda Sulteng Selidiki Perusak Megalit 1000 Tahun
-
Tradisi Malam Qunut di Gorontalo: Pisang dan Kacang Jadi Rezeki Nomplok Pedagang
-
Puluhan Penyandang Tuli di Gorontalo Khatam Al-Quran Lewat Bahasa Isyarat
-
Megalit 1.000 Tahun Kandidat Warisan Budaya UNESCO Dirusak Penambang Ilegal
-
Kemenag Sultra Imbau Warga Tunda Umrah