- Ponsel Co Pilot ditemukan di Gunung Bulusaraung, Pangkep, pada 18 Januari 2026, menunjukkan data aktivitas pergerakan signifikan.
- Data dari smartwatch menunjukkan kenaikan langkah kaki hingga 13.647 hingga pukul 22.00 Wita, memicu harapan keluarga korban.
- Operasi SAR melibatkan 1.200 personel menghadapi medan sulit dan cuaca ekstrem, dengan rencana modifikasi cuaca dukungan Pemda Sulsel.
SuaraSulsel.id - Tim SAR gabungan menemukan ponsel milik Co Pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport, Muhammad Farhan Gunawan, di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Ponsel berjenis iPhone itu ditemukan di antara serpihan pesawat saat proses penyisiran lokasi jatuhnya pesawat, Minggu, 18 Januari 2026.
Perangkat itu masih terhubung dengan smartwatch milik Farhan dan menunjukkan adanya data aktivitas pergerakan langkah kaki.
Ponsel Farhan pertama kali diaktifkan setelah ditemukan oleh tim SAR.
Saat dilakukan pengecekan, muncul notifikasi aktivitas dari smartwatch yang tersambung dengan ponsel tersebut.
Data yang terlihat mencatat adanya pergerakan langkah kaki dalam jumlah signifikan pada Sabtu, 18 Januari 2026.
Pada pukul 06.00 Wita, tercatat sekitar 9.000 langkah. Jumlah itu kemudian terus bertambah hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 Wita di hari yang sama.
Data tersebut memunculkan harapan besar dari pihak keluarga yang meyakini adanya kemungkinan Farhan masih hidup dan bergerak setelah insiden kecelakaan.
Salah satu kerabat Farhan, Pitri Keandedes Hasibuan mengatakan data tersebut menimbulkan keyakinan tersendiri bagi keluarga.
Baca Juga: Detik-Detik Sebelum Tragedi: Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita yang Akan Menikah
Ia menjelaskan biasanya smartwatch akan melakukan reset atau penghitungan ulang langkah setiap pergantian hari. Namun, dalam kasus ini, jumlah langkah justru terus bertambah.
"Kami melihat dari notifikasi smartwatch langkah kaki Farhan bertambah terus. Biasanya kalau ganti hari akan reset. Dari pagi sampai malam terus naik," ujar Pitri.
Ia menyebut berdasarkan notifikasi yang muncul, terdapat pergerakan pada pagi hari dan kembali bertambah signifikan pada malam hari.
Hal itu membuat keluarga berharap masih ada kemungkinan korban selamat di tengah kondisi medan yang sulit.
Pitri juga menyampaikan permohonan terbuka kepada pemerintah agar pencarian diperluas.
Ia meminta agar jumlah personel dan intensitas operasi SAR ditingkatkan demi menemukan seluruh korban, khususnya Farhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Dari Pondok Mertua ke Rumah Sendiri, Panduan Lengkap BRI KPR untuk Generasi Milenial
-
Rp9 Triliun untuk Renovasi Rumah, Fahri Hamzah: Jangan Lagi BAB di Tempat Terbuka
-
Kode Rahasia '86': Terbongkar Modus Setoran Bandar Narkoba ke Kasat Narkoba Toraja Utara
-
Waspada! Modus Penipuan Baru Jelang Pencairan THR Pensiunan 2026
-
Detik-detik Ratusan Ojol Nekat Jebol Kampus UNM Cari Pelaku Pemukulan