- Pramugari Florencia Lolita Wibisono (Olen) menjadi kru pesawat rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di Maros/Pangkep pada 17 Januari 2026.
- Olen berencana menikah namun harapan tersebut tertunda akibat kecelakaan pesawat yang menimpanya saat bertugas.
- Keluarga Olen dari Manado dan Jakarta kini berada di Makassar untuk proses identifikasi jenazah di rumah sakit rujukan.
SuaraSulsel.id - Mimpi Florencia Lolita Wibisono tentang masa depan itu sedang dirajut pelan-pelan.
Dalam waktu yang tak terlalu lama, pramugari yang akrab disapa Olen itu berencana melangkah ke jenjang pernikahan.
Kabar bahagia itu sudah lama menjadi bahan obrolan hangat di lingkaran keluarga dan kerabat terdekatnya.
Namun, harapan tersebut kini menggantung setelah pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang ditumpanginya sebagai kru jatuh di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 wita.
Bagi keluarga, kehilangan kontak dengan pesawat itu terasa seperti waktu yang mendadak berhenti.
Salah satu kerabat Olen, Juwita mengaku kabar rencana pernikahan Florencia selama ini menjadi sumber kebahagiaan bersama.
"Iya, dia memang akan segera menikah. Kami semua sudah menantikan momen bahagia itu," ujar Juwita lirih.
Beberapa jam sebelum kejadian, Olen masih sempat membagikan potongan kesehariannya di media sosial.
Dalam unggahan story di akun Instagramnya, ia tampak berdiri di pinggiran danau, membelakangi kamera, seolah sedang menikmati jeda singkat sebelum kembali menjalani rutinitas sebagai awak kabin.
Baca Juga: 2 Opsi Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Gunung Bulusaraung
Tak ada yang menyangka unggahan sederhana itu menjadi salah satu jejak terakhir yang tersisa.
Bagi keluarga dan sahabat, Olen bukan sekadar pramugari yang mengenakan seragam rapi dan senyum profesional.
Ia adalah anak, sahabat, dan saudara yang kehadirannya selalu dinanti.
Ibunya tinggal di Kendis, Minahasa, sekitar 36 kilometer dari Kota Manado. Tapi, jarak tak pernah mengurangi kehangatan komunikasi mereka.
"Kami sering teleponan. Dia selalu cerita soal pekerjaannya, tapi juga sering bilang rindu masakan khas Minahasa buatan ibunya," tutur Juwita.
Kerinduan pada rumah, pada keluarga, pada hal-hal sederhana itulah yang kerap dibawa Olen ke mana pun ia terbang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!