- Ponsel Co Pilot ditemukan di Gunung Bulusaraung, Pangkep, pada 18 Januari 2026, menunjukkan data aktivitas pergerakan signifikan.
- Data dari smartwatch menunjukkan kenaikan langkah kaki hingga 13.647 hingga pukul 22.00 Wita, memicu harapan keluarga korban.
- Operasi SAR melibatkan 1.200 personel menghadapi medan sulit dan cuaca ekstrem, dengan rencana modifikasi cuaca dukungan Pemda Sulsel.
"Saya mohon ke Pak Presiden, Pak Menteri, siapa pun yang berwenang, tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi. Pesawat jatuh tanggal 17, HP Farhan ditemukan tanggal 18 dan datanya menunjukkan pergerakan langkah. Kami mohon jangan berhenti mencari," ucapnya.
Saat ini, ponsel tersebut diketahui berada di tangan Dian, kekasih Farhan setelah diserahkan oleh tim SAR kepada pihak keluarga untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lanjutan.
Sementara itu, upaya pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 terus dilakukan secara intensif.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas, Marsda TNI Mohammad Syafii, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung proses evakuasi di Posko Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Senin, 19 Januari 2026.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, operasi SAR saat ini melibatkan sekitar 1.200 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan.
Namun, proses evakuasi masih menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca dan medan yang ekstrem.
"Medannya sangat sulit, cuaca tidak menentu, kabut tebal, hujan, dan angin kencang. Namun kami tetap fokus pada pencarian korban. Saat ini masih dalam masa golden time, kami berharap ada keajaiban," ujar Syafii.
Ia menegaskan, seluruh potensi dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menambahkan pemerintah daerah akan melakukan langkah tambahan untuk mendukung operasi SAR.
Baca Juga: Detik-Detik Sebelum Tragedi: Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita yang Akan Menikah
Termasuk rencana modifikasi cuaca guna memperbaiki jarak pandang dan memperlancar akses udara.
"Kami siapkan modifikasi cuaca karena kondisi di lokasi sangat dinamis. Kadang hujan, berkabut, lalu angin kencang. Ini menjadi tantangan serius bagi tim SAR," kata Andi Sudirman.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung.
Tim SAR terus menyisir kawasan Gunung Bulusaraung dengan harapan dapat segera menemukan sembilan korban lainnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
Terkini
-
Korban Kedua Pesawat ATR42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter
-
Mengenal Gunung Bulusaraung: Fakta Medan, Cuaca, dan Karakter Alam
-
Pramugari Esther Minta Maaf Sebelum Pesawat Jatuh, Ayah: Saya Berharap Mukjizat Tuhan
-
iPhone Co Pilot Ungkap Pergerakan Smartwatch, Keluarga: Dia Masih Hidup!
-
Detik-Detik Sebelum Tragedi: Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita yang Akan Menikah