-
Warga Desa Harapan memprotes rencana penyewaan lahan 400 hektare kepada PT IHIP karena nilai kompensasi dianggap tidak sebanding dengan hasil perkebunan produktif yang telah mereka kelola selama puluhan tahun.
-
DPRD Sulawesi Selatan siap memfasilitasi dialog melalui Rapat Dengar Pendapat guna mencari solusi adil terkait polemik nilai sewa lahan dan ganti rugi bangunan milik warga yang terdampak proyek.
-
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meminta pengosongan lahan dalam waktu singkat, namun warga tetap bertahan menuntut kejelasan nilai ganti rugi tanaman sebelum benar-benar meninggalkan lokasi yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Situasi semakin sensitif setelah pemerintah daerah melalui Satpol PP Luwu Timur menyampaikan surat peringatan pengosongan lahan kepada warga.
Surat bernomor 300.1/27/1 Sat.pol.pp yang ditandatangani Pelaksana Tugas Kasatpol PP, Baharuddin yang meminta warga menghentikan seluruh aktivitas dan mengosongkan lahan dalam waktu 3×24 jam.
Dalam pertemuan di lapangan, Bupati Irwan menyampaikan peringatan tersebut sekaligus membuka ruang dialog dan negosiasi. Warga diberi waktu tiga hari untuk membicarakan keputusan bersama keluarga, sembari terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah.
Salah seorang warga, Irwan mengungkapkan hingga kini pembicaraan terkait nilai tanaman dan bangunan di atas lahan tersebut masih berlangsung.
Ia menyebut belum ada kejelasan soal besaran kompensasi yang akan diterima warga.
"Kami masih negosiasi dengan Pak Bupati soal nilai tanaman di perkebunan dan juga beberapa bangunan yang ada di lokasi ini. Kami tidak bisa langsung mengiyakan karena harus dibicarakan bersama keluarga," ujarnya.
Ia menegaskan lahan tersebut bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sumber utama penghidupan warga selama bertahun-tahun. Karena itu, penilaian ganti rugi tidak bisa hanya melihat nilai tanah semata, tanpa memperhitungkan tanaman produktif dan bangunan yang telah dibangun dengan jerih payah sendiri.
"Soal nilai tanaman dan bangunan ini belum ada kejelasan. Harapan kami, kompensasi yang diberikan tidak merugikan kami. Kami menghargai kehadiran langsung Pak Bupati, tapi keputusan ini masih akan kami rundingkan karena waktu tiga hari itu sangat menentukan," katanya.
Warga juga mencatat adanya janji bahwa perusahaan nantinya akan memberdayakan tenaga kerja lokal dari keluarga mereka. Namun, bagi sebagian warga, janji tersebut belum cukup menutup kekhawatiran akan kehilangan sumber penghidupan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Ketua Adat Kajang Menang Sengketa Lahan Adat di Pengadilan
Warga berharap wakil rakyat di DPRD bisa mencari solusi atas persoalan nilai ganti rugi yang dibahas secara lebih terbuka dan adil.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Ketua Adat Kajang Menang Sengketa Lahan Adat di Pengadilan
-
Lowongan Kerja PT Vale: Senior Coordinator for Publication, Reporting, and Public Relation
-
Dokumen Belanda Kalah di MA, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Berkah untuk Warga Manggala
-
Pemprov Sulsel Selamatkan Aset Ratusan Miliar di Manggala, Drama 20 Tahun Berakhir!
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking 'Jalan Tol' 35 KM Hubungkan Luwu Timur dan Sulawesi Tengah
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8