- Mantan dosen UIM, Amal Said, ditetapkan tersangka Polsek Tamalanrea pada 10 Januari 2026 atas kasus meludahi kasir Toko Satu Sama.
- Pelaku dijerat Pasal 315 KUHP lama tentang penghinaan ringan; ancaman pidana ringan menyebabkan tidak ditahan, hanya wajib lapor.
- LLDikti Wilayah IX menjatuhkan sanksi penurunan pangkat bagi Amal Said karena terbukti melanggar kode etik perilaku ASN.
SuaraSulsel.id - Amal Said, mantan dosen Universitas Islam Makassar (UIM) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penghinaan setelah meludahi seorang kasir di Toko Satu Sama.
Penetapan tersangka dilakukan oleh Polsek Tamalanrea setelah penyidik menemukan bukti yang cukup atas peristiwa tersebut.
Kapolsek Tamalanrea, AKP Yusuf Mattara mengatakan Amal Said ditetapkan sejak Sabtu, 10 Januari 2026. Penetapan itu dilakukan setelah perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.
"Iya, sudah naik sidik dan sudah penetapan tersangka. Sejak hari Sabtu kemarin sudah diperiksa sebagai tersangka," ujar Yusuf, Selasa, 13 Januari 2026.
Amal Said dijerat Pasal 315 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penghinaan ringan. Ancaman hukuman dalam pasal tersebut maksimal 4 bulan 2 minggu penjara.
Menurut Yusuf, penyidik menggunakan KUHP lama karena peristiwa tersebut terjadi sebelum diberlakukannya KUHP baru pada 1 Januari 2026.
"Kita pakai KUHP lama karena kejadiannya masih berlaku KUHP lama," ucapnya.
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Amal Said tidak dilakukan penahanan. Yusuf menjelaskan, ancaman pidana dalam pasal yang disangkakan tergolong ringan sehingga tersangka hanya dikenakan kewajiban wajib lapor.
"Kalau dengan ancaman hukuman empat bulan itu tidak ditahan," kata Yusuf.
Baca Juga: Jalan Nasional Baru Diperbaiki Sudah Hancur, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Penyidik menilai unsur pidana dalam perkara ini telah terpenuhi. Bukti yang dikantongi polisi antara lain rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, keterangan saksi-saksi, serta pengakuan dari tersangka.
"Bukti elektronik sudah ada, CCTV sudah kami sita. Pengakuan tersangka juga ada, termasuk keterangan saksi-saksi yang melihat langsung kejadian di tempat," ungkap Yusuf.
Amal Said diketahui merupakan dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya diperbantukan di Universitas Islam Makassar.
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX telah menjatuhkan sanksi terhadap Amal Said setelah melakukan pemeriksaan internal.
Ketua LLDikti Wilayah IX, Andi Lukman menyatakan Amal terbukti melanggar kode etik dan perilaku sebagai ASN.
"Dari hasil pemeriksaan internal, yang bersangkutan melanggar etik dan perilaku sebagai ASN. Sanksinya berupa penurunan pangkat," kata Andi Lukman pekan lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar