- Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Urip Sumoharjo kurang dari sebulan menuai keluhan masyarakat karena muncul lubang dan gelombang.
- Warga menyoroti penurunan drastis kualitas jalan pasca-proyek yang sebelumnya relatif mulus, bahkan menimbulkan korban kecelakaan.
- BBPJN Sulsel menyatakan kerusakan akibat cuaca ekstrem pasca-pengaspalan, dan kini sedang dilakukan perbaikan ulang oleh kontraktor.
SuaraSulsel.id - Belum genap sebulan dikerjakan, kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Urip Sumoharjo justru menuai keluhan luas dari masyarakat.
Aspal yang sebelumnya relatif mulus kini permukaannya berlubang, berpasir, dan bergelombang menyerupai kubangan yang membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan cukup parah terjadi di sejumlah titik. Di antaranya di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, kawasan Aspol Tallo, dan Batalyon Kavaleri 10 Mendagiri.
Lubang-lubang menganga tampak di berbagai ruas, sebagian di antaranya tergenang air saat hujan sehingga sulit dikenali pengendara.
Kondisi ini dikeluhkan banyak pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Tak sedikit yang mempertanyakan kualitas pengerjaan, mengingat jalan tersebut sebelumnya tidak mengalami kerusakan signifikan.
Beberapa lubang kecil memang ada. Namun hanya di titik-titik tertentu.
"Dulu itu tidak separah ini. Lubang kecil cuma di beberapa tempat. Tapi setelah dikerja malah jadi rusak parah," ujar Muhammad Faqih (25), warga Daya, Senin, 12 Januari 2026.
Faqih mengaku warga telah bersabar selama proses pengerjaan yang berlangsung cukup lama dan menyebabkan kemacetan hampir setiap hari. Namun, hasil akhir justru dinilai mengecewakan.
"Kami sudah sabar macet-macetan tiap hari waktu dikerja. Eh setelah selesai malah lebih parah kondisinya," katanya.
Baca Juga: Lebih 350 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Makassar
Ia menyebut kondisi jalan yang rusak ini sudah memakan korban. Beberapa pengendara, terutama sepeda motor terjatuh akibat lubang yang tertutup genangan air saat hujan turun.
Karena itu, Faqih berharap aparat penegak hukum turut turun tangan menilai kualitas pengerjaan proyek tersebut.
"Harus diperiksa apakah materialnya sudah sesuai spesifikasi teknis atau jangan-jangan dikerja asalan. Ini kan kemarin proyek akhir tahun. Sudah banyak korbannya," tegasnya.
Diketahui, ruas Jalan Perintis Kemerdekaan dan Urip Sumoharjo merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan. Proyek pemeliharaan jalan tersebut disebut rampung pada Desember 2025 lalu.
Kepala Satuan Kerja PJN 3 BBPJN Sulsel, Malik membenarkan bahwa ruas jalan tersebut baru saja selesai diaspal.
Namun, ia menegaskan kerusakan yang terjadi bukan disebabkan oleh kualitas material, melainkan faktor cuaca ekstrem.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Tak Diberi Uang Judi, Suami di Makassar Nekat Parangi Istri dan Habisi Nyawa Sepupu
-
Inklusi Keuangan Melesat, Holding UMi Dorong Literasi dan Akses Investasi Masyarakat
-
8 Fakta Kondisi Sampah di Kota Makassar Perlu Diketahui Warga
-
Siapa Li Jiamei? WNA China Berkedok WNI Nyaris Lolos Buat Paspor RI di Makassar
-
Viral Perwira Polda Sulsel Asyik 'Party' di THM, Tenggak Miras dan Joget Bersama Wanita