- Gubernur Sulsel mengimbau efektivitas pemerintahan dijaga selama Ramadan 1447 H.
- Acara daerah yang mengundang pejabat Pemprov Sulsel diminta dijadwal ulang setelah Ramadan.
- Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi kepada masyarakat kurang mampu.
SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan imbauan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada fakir miskin dan warga kurang mampu.
Melalui imbauan tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan BUMD untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh berkah.
Dengan mengedepankan kebersamaan serta keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadan adalah bulan ibadah dan kepedulian sosial. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat empati dan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta warga yang kurang mampu,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (15/1).
Dalam rangka menjaga efektivitas kehadiran dan pelaksanaan tugas pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur mengimbau agar pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kabupaten/Kota maupun event daerah yang mengundang Gubernur, Wakil Gubernur, dan/atau pejabat Pemprov Sulsel selama Bulan Ramadan dapat dijadwalkan kembali dan dilaksanakan setelah Bulan Ramadan, yakni pada April 2026.
Namun demikian, apabila Pemerintah Kabupaten/Kota tetap melaksanakan kegiatan tersebut, Sudirman mengimbau agar pelaksanaannya dilakukan secara internal di daerah masing-masing, tanpa mengganggu fokus ibadah dan pelayanan publik selama Ramadan.
Baca Juga: Gubernur Sulsel dan 2 Menteri Tidak Hadiri Pemilihan Rektor Unhas
Selain itu, bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan buka puasa bersama, Gubernur mengimbau agar mengutamakan kehadiran fakir miskin dan anak yatim piatu.
Sebagai wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial di Bulan Suci Ramadan.
Gubernur Andi Sudirman juga mengimbau agar intensitas kegiatan pejabat yang saling mengundang dapat dikurangi, dan lebih diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat kurang mampu.
Tak hanya itu, sektor swasta, perusahaan, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Selatan juga diimbau untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan melibatkan warga di sekitar lingkungan kerja masing-masing.
Termasuk para rekanan dan mitra kerja, diharapkan turut melaksanakan kegiatan serupa dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Semangat Ramadan adalah kebersamaan dan keberkahan. Mari kita hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” tutup Andi Sudirman Sulaiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan