- Permohonan pinjaman beras dan garam dari keluarga prasejahtera di Sinjai viral setelah diunggah Selasa, 13 Januari 2026.
- Dinas Sosial Sinjai merespons cepat dengan menyalurkan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan perlengkapan lain di lokasi.
- Keluarga tersebut sudah terdata sebagai penerima PKH dan BLT Kesra, namun terkendala akses di wilayah pelosok.
SuaraSulsel.id - Sebuah catatan permohonan pinjaman beras yang ditinggalkan di warung sembako di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan viral di media sosial.
Dalam secarik kertas lusuh itu, penulis mengaku sudah beberapa hari tidak makan nasi dan meminta dipinjamkan beras serta garam.
Karena sedang dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Catatan tersebut pertama kali diketahui publik setelah diunggah oleh akun Facebook bernama "Bung".
Unggahan itu menampilkan foto tulisan tangan yang menyebut permohonan meminjam lima kilogram beras dan dua pulpem karena anaknya sedang sakit dan tidak memiliki persediaan makanan.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menuai keprihatinan warganet.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026. Catatan tersebut dibawa oleh seorang anak ke warung sembako warga setempat bernama Mariani.
Isi pesan lain yang turut beredar menyebutkan permintaan tambahan beras dan garam karena keluarga tersebut sudah tujuh hari tidak makan nasi dan hanya mengonsumsi sayur.
Keluarga yang menulis catatan tersebut diketahui bernama Reski dan Latenni, pasangan suami istri yang tinggal di Dusun Balle, Desa Tompobulu. Mereka dikenal sebagai keluarga prasejahtera dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Baca Juga: Dosen Viral Ludahi Kasir: Ternyata Belum Dipecat, Begini Nasibnya Menurut LLDIKTI
Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Sinjai sudah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi keluarga yang bersangkutan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sinjai, Burhan Syamsuddin mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah keluarga tersebut dan menyalurkan bantuan sosial.
"Mereka merupakan penerima manfaat dari keluarga prasejahtera yang tinggal di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo," kata Burhan, Rabu, 14 Januari 2026.
Burhan menjelaskan keluarga tersebut tinggal di wilayah pelosok yang cukup sulit dijangkau.
Sehingga memerlukan pendekatan langsung dalam penanganan sosial. Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah adanya informasi yang beredar di media sosial.
"Selama ini kami sebenarnya aktif menelusuri dan menjangkau warga yang membutuhkan termasuk yang berada di daerah terpencil," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Tika Bravani dan Teuku Rifnu Wikana Bintangi Film Akal Imitasi, Angkat Realita Kecerdasan Buatan
-
Nongkrong di Warkop, Napi Korupsi Asal Sultra Langsung "Dibuang" ke Nusakambangan
-
KALLA Respons Rencana Aksi di Makassar: Dukungan Jangan Lewat Unjuk Rasa
-
Peringatan Keras Rektor Unhas Bagi 1.128 Pengawas UTBK: Sanksi Tanpa Toleransi
-
Kapan Pelantikan Rektor Unhas Periode 2026-2030? Begini Persiapan Panitia