Muhammad Yunus
Rabu, 14 Januari 2026 | 09:52 WIB
Penganiayaan yang menimpa Nenek Saudah di Nagari Lubuk Aro, Pasaman, Sumatera Barat karena menolak tambang ilegal [Suara.com/LBH Padang]
Baca 10 detik
  • Nenek Saudah di Pasaman dianiaya saat menegur penambang emas ilegal di lahan miliknya
  • Korban dikeroyok, dipukul hingga pingsan, lalu dibuang ke semak-semak dan ditemukan sadar Jumat dini hari.
  • Polisi menangkap tersangka IS (26), yang diduga terlibat konflik lahan, meskipun LBH menyoroti motif penolakan tambang ilegal.

SuaraSulsel.id - Kasus penganiayaan yang menimpa Nenek Saudah di Nagari Lubuk Aro, Pasaman, telah menyita perhatian publik.

Berikut adalah poin-poin utama yang merangkum peristiwa tersebut:

1. Berawal dari Teguran Larangan Menambang

Insiden bermula pada Kamis sore (01/01/2026), saat Nenek Saudah mendatangi Sungai Batang Sibinail.

Ia bermaksud menegur para penambang emas ilegal yang beroperasi di lahan miliknya agar segera menghentikan aktivitas mereka.

2. Dikeroyok dan Dibuang ke Semak-Semak

Meski sempat berhenti saat sore hari, para penambang kembali beroperasi selepas Magrib.

Saat Nenek Saudah kembali untuk menegur, ia justru dilempari batu, dikeroyok, dan dipukul hingga pingsan.

Sadisnya, para pelaku memindahkan tubuhnya ke seberang sungai dan membuangnya ke semak-semak karena mengira korban sudah meninggal dunia.

Baca Juga: 4 Anggota Brimob Diamankan Usai Tembak Warga di Lokasi Tambang Ilegal

3. Sadar Setelah Berjam-jam Pingsan

Nenek Saudah tergeletak tak berdaya selama berjam-jam di semak-semak.

Ia baru sadarkan diri pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Dengan sisa tenaganya, ia berusaha pulang dan ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi babak belur di depan rumah.

4. Kondisi Luka yang Memprihatinkan

Foto dan video Nenek Saudah viral di media sosial memperlihatkan kondisi yang memilukan.

Load More