Muhammad Yunus
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:21 WIB
Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 pada Rabu, 14 Januari 2026 [SuaraSulsel.id/Unhas TV]
Baca 10 detik
  • Pemilihan Rektor Unhas periode 2026-2030 menghasilkan Prof Jamaluddin Jompa terpilih kembali dengan 23 suara MWA.
  • Tiga anggota ex-officio MWA Unhas absen namun diwakili pejabat, tanpa memengaruhi legitimasi pemilihan tersebut.
  • Para kandidat memaparkan program, di mana Prof Budu fokus pada kemandirian fiskal dan Jompa menyoroti capaian strategis Unhas.

SuaraSulsel.id - Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 pada Rabu, 14 Januari 2026 telah dilakukan.

Prof Jamaluddin Jompa yang merupakan petahana kembali terpilih memimpin Unhas selama 5 tahun ke depan.

Jamaluddin Jompa lewat pemilihan berhasil meraih 23 suara MWA dari total 24 suara. Prof budu meraih 1 suara, dan Prof Sukardi Weda meraih 0 suara.

Tiga anggota ex-officio MWA Unhas tercatat absen dalam rapat paripurna yang digelar di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Mereka adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman.

Meski demikian, ketiganya tetap diwakili oleh pejabat yang ditunjuk.

Mendikti Saintek Prof Brian Yuliarto diwakili oleh Wakil Mendikti Saintek Prof Dr Fauzan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Andi Winarno Eka Putra.

Sementara dari unsur alumni, IKA Unhas diwakili Ketua Harian I Dr Sukriansyah S Latief.

Kepala Bidang Humas Unhas sekaligus panitia Pilrek, Ishaq Rahman menegaskan ketidakhadiran sejumlah anggota ex-officio tidak memengaruhi legitimasi pemilihan. Pasalnya, suara ex-officio melekat pada institusi, bukan pada individu yang menjabat.

Baca Juga: Gubernur Sulsel dan 2 Menteri Tidak Hadiri Pemilihan Rektor Unhas

"Untuk ex-officio itu bukan suara pribadi, tapi suara institusi. Jadi tetap sah dan diwakilkan," ujar Ishaq Rahman.

Andi Winarno Eka Putra menjelaskan alasan absennya Gubernur Sulsel. Ia menyebut Andi Sudirman Sulaiman telah memiliki agenda yang tidak bisa ditinggalkan, yakni pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus.

"Pak Gubernur sudah ada agenda sebelumnya, sehingga diwakilkan," kata Andi Winarno.

Pemilihan rektor Unhas tahun ini mempertemukan tiga kandidat kuat, yakni Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda.

Ketiganya berebut dukungan dari 17 anggota MWA yang memiliki hak suara.

Dari total 19 anggota MWA Unhas, dua orang tidak memiliki hak pilih, yakni rektor yang sedang menjabat, Jamaluddin Jompa dan Ketua Senat Akademik.

Load More