- Presiden Trump memprediksi operasi militer AS terhadap Iran akan berlangsung sekitar empat pekan atau kurang, kemungkinan menimbulkan korban jiwa baru.
- Iran melancarkan serangan rudal balasan terhadap Israel dan fasilitas militer AS setelah serangan gabungan AS-Israel di Teheran.
- Inggris, Prancis, dan Jerman sepakat mengambil langkah defensif proporsional terhadap serangan rudal Iran yang dianggap membahayakan kepentingan mereka.
SuaraSulsel.id - Operasi militer AS terhadap Iran bisa berlangsung empat pekan atau kurang, kata Presiden AS Donald Trump, Ahad (1/3).
"Prosesnya selalu memakan waktu empat pekan. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat pekan. Prosesnya selalu sekitar empat pekan, jadi - sekuat apa pun negara ini, akan memakan waktu empat pekan - atau kurang," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Daily Mail.
Trump menambahkan bahwa kemungkinan akan ada korban jiwa baru di kalangan militer AS selama operasi di Iran.
Iran ingin memulai perundingan setelah operasi AS, kata Trump, seraya menambahkan bahwa Teheran "seharusnya berbicara pekan lalu, bukan pekan ini."
Pada Sabtu, AS dan Israel melakukan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil.
Iran menanggapi dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sikap Inggris, Prancis, dam Jerman
Para pemimpin kelompok E3 - Inggris Raya, Prancis dan Jerman, Minggu (1/3) menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil “langkah defensif (pertahanan) yang diperlukan dan proporsional”.
Guna melindungi kepentingan mereka serta sekutu di Timur Tengah, menyusul apa yang mereka sebut sebagai serangan rudal Iran yang bersifat tanpa pandang bulu di kawasan tersebut.
Baca Juga: Jusuf Kalla Khawatir Kelangkaan BBM di Indonesia Akibat Perang AS - Iran
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin tiga negara itu menyatakan bahwa “serangan sembrono” Iran membahayakan personel militer maupun warga sipil.
“Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan sembrono ini. Kami akan mengambil langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan, termasuk dengan memungkinkan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal dan drone dari sumbernya,” demikian isi pernyataan tersebut.
Para pemimpin itu juga menyatakan telah sepakat untuk bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat dan para sekutu regional guna menangani situasi tersebut.
Ketegangan kawasan meningkat pada Sabtu (28/2) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan sejumlah pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset Amerika Serikat, serta beberapa negara Teluk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Diduga Terima Setoran dari Bandar, Ini Jadwal Sidang Etik Eks Kasat Narkoba Toraja Utara
-
Sidang Etik Dimulai! Bongkar Peran 6 Polisi dalam Kematian Bripda Dirja Pratama
-
Cerita Warga Makassar di Bawah Bayang-Bayang Rudal Perang AS-Iran
-
Ramadan di Makassar Diwarnai 'Perang' Senjata Mainan, Ini Perintah Wali Kota
-
Berapa Lama AS Akan Bombardir Iran? Ini Jawaban Trump