- Pemprov Sulsel meningkatkan kewaspadaan akhir Desember 2025 karena potensi gelombang tiga meter dan angin kencang di wilayah pesisir.
- Lima kabupaten ditetapkan berisiko tinggi pelayaran yaitu Pangkep, Maros, Barru, Jeneponto, dan Takalar menurut BPBD setempat.
- Kecelakaan laut tragis menewaskan tiga orang di Pangkep pada 27 Desember 2025 akibat cuaca buruk saat menyalurkan bantuan sosial.
"Tujuan mereka ke Pulau Sarappo untuk membawa bantuan sosial. Di atas kapal ada 40 sak semen dan 40 unit jamban," ujar Akbar.
Namun, sekitar pukul 11.00 Wita, saat perahu melintas di perairan Pulau Podang-podang, kondisi cuaca mendadak memburuk.
Angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam perahu hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Akibat kejadian itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Camat Liukang Tupabbiring Muhammad Fitri Mubarak, Koordinator Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulsel Imran, serta bidan Pulau Sarappo Darmayanti.
Warga sekitar Pulau Podang-podang yang melihat kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan.
Salah satu warga, Firman mengatakan nakhoda sempat berenang menuju pulau terdekat untuk meminta bantuan. Namun, derasnya ombak dan cuaca ekstrem membuat proses penyelamatan berlangsung sulit.
"Pertolongan datang tapi tiga nyawa tidak berhasil diselamatkan, termasuk Pak Camat," ujar Firman.
Sekitar pukul 15.00 Wita, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi para korban ke darat menggunakan kapal KNP 496 milik KPLP Syahbandar Maccini Baji. Korban selamat langsung mendapat penanganan medis.
Tragedi ini menjadi peringatan keras akan bahaya cuaca ekstrem di wilayah perairan Sulawesi Selatan, khususnya pada periode libur akhir tahun.
Baca Juga: Kembali Kirim Tim Kemanusiaan, Gubernur Sulsel Bantu Aceh Timur Rp1 Miliar
Pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi peringatan cuaca, saling mengingatkan, serta mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
"Jangan memaksakan diri berlayar jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Informasi resmi harus menjadi rujukan utama," kata Amson Padolo.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gorontalo Terancam Penuaan Penduduk? Bappenas Soroti Fenomena Tak Lazim
-
Ratusan Tambang Galian C di Sulteng Terancam Disetop, Baru 7 Perusahaan Kantongi RKAB 2026
-
Sampah 1.200 Ton Per Hari, Pengamat: PSEL Makassar Tak Bisa Ditunda
-
Sosok Relawan Asal Makassar yang Ditangkap Pasukan Israel
-
Sebelum Jatuh dan Ditemukan Meninggal, Mahasiswi Arsitektur Unhas Kirim Pesan Suara