- Kantor Imigrasi Makassar menggagalkan keberangkatan tiga warga Manado menuju Kamboja karena diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
- Pencegatan dilakukan di Bandara Sultan Hasanuddin setelah sistem analisis penumpang mendeteksi pola perjalanan yang mencurigakan pada Selasa, 23 Desember 2025.
- Imigrasi Makassar menolak 1.015 paspor sepanjang 2025, mayoritas karena tujuan bekerja tidak prosedural dan kasus haji nonprosedural.
SuaraSulsel.id - Upaya tiga warga Manado, Sulawesi Utara untuk berangkat ke Kamboja berhasil digagalkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar.
Ketiganya dicegat saat transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar karena diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkedok tawaran pekerjaan di luar negeri.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio mengatakan ketiga calon penumpang tersebut terdeteksi melalui sistem Passenger Analysis Unit (PAU)
Sebuah alat analisis penumpang yang digunakan untuk memantau pola perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri.
"Begitu penumpang check in, sistem kami langsung membaca tujuan dan pola perjalanannya. Dari situ muncul indikasi yang perlu didalami," ujar Abdi, Selasa, 23 Desember 2025.
Setelah dilakukan wawancara dan pendalaman, ketiganya mengaku berangkat dari Manado dengan tujuan awal ke Thailand.
Namun, rencana sebenarnya adalah melanjutkan perjalanan darat menuju Kamboja.
Mereka juga mengaku mendapatkan tawaran pekerjaan melalui media sosial dari seseorang yang tidak mereka kenal secara langsung.
"Modusnya klasik. Ditawari kerja lewat medsos, tidak tahu siapa yang menghubungi, tidak ada kontrak kerja yang jelas. Ini sangat rawan TPPO," jelas Abdi.
Baca Juga: WNA Asal Filipina Menyamar Sebagai Warga Negara Indonesia di Palu
Kasus ini menambah daftar panjang warga Indonesia yang nyaris terjerat praktik perdagangan orang ke negara-negara Asia Tenggara.
Khususnya Kamboja yang belakangan dikenal sebagai salah satu tujuan sindikat penipuan daring atau online scam.
Sebelumnya, pemerintah mencatat sedikitnya 33 warga negara Indonesia asal Sulawesi Utara diduga menjadi korban penipuan perusahaan online scam di Kamboja.
Mereka bahkan sempat dipulangkan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Sementara itu, Abdi memastikan hingga kini belum ditemukan warga Sulawesi Selatan yang terindikasi berangkat ke Kamboja.
Walau demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena banyak warga memilih jalur ilegal ke luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lewat BRImo, Beli Obat Praktis dengan Dukungan Layanan Apotek dan Pengiriman Cepat
-
Desa Manemeng Tumbuh Berdaya dengan Kolaborasi Warga dan Program Desa BRILiaN
-
Lahan Sawah Anda Berubah Fungsi? Siap-siap Kena Denda Tiga Kali Lipat
-
ASN dan Kepala Desa di Sulsel Latihan Militer Jadi Tentara Cadangan
-
Pencuri di Kantor Gubernur Sulsel Ditangkap, Malah Dilepas Satpol PP ?