- Irman Yasin Limpo dan Andi Pahlevi ditetapkan tersangka oleh Polda Sulsel atas dugaan penipuan jual beli Sekolah Al-Azhar Makassar 2017.
- Kasus ini bermula dari pinjaman Rp50 miliar dari Bahar Ngitung untuk pembelian yang belum dilunasi setelah transaksi gagal.
- Keduanya mengajukan praperadilan pada Desember 2025 untuk menguji penetapan tersangka berdasarkan Pasal 378 dan Pasal 266 KUHP.
SuaraSulsel.id - Irman Yasin Limpo alias None, adik kandung mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), bersama ponakannya, Andi Pahlevi resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan.
Penetapan ini berawal dari transaksi jual beli Sekolah Islam Al-Azhar di Kota Makassar yang terjadi hampir delapan tahun lalu. Kini berujung laporan pidana pada 2025.
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan membenarkan status hukum keduanya.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum mengantongi alat bukti yang dinilai cukup.
"Iya, betul. Hasil konfirmasi dengan Dirkrimum," kata Didik.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka Nomor B/2545/XI/RES.1.24/2025/Ditreskrimum.
Keduanya disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 266 KUHP terkait pemalsuan keterangan dalam akta otentik.
Kasus ini bermula dari transaksi senilai Rp50 miliar terkait proses jual beli Sekolah Islam Al-Azhar di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar. Transaksi dilakukan pada 2017.
Irman Yasin Limpo disebut meminjam uang kepada seorang pengusaha, sekaligus eks anggota DPD, Bahar Ngitung.
Baca Juga: Awas! Ini 4 Langkah Lindungi Diri dari Penipuan Mengatasnamakan Wagub Sulbar
Bahar mengungkapkan, Irman Yasin Limpo berminat membeli sekolah tersebut karena pemiliknya saat itu, almarhum Andi Baso, tidak sanggup melunasi kewajiban kredit ke bank.
Namun, karena tidak memiliki dana cukup, Irman disebut meminjam uang kepadanya.
"Yang punya sekolah mau jual karena tidak sanggup bayar ke bank. None mau beli, tapi tidak ada uang, sehingga menggunakan uang saya," kata Bahar.
Menurut Bahar, uang tersebut diserahkan kepada Andi Baso hingga proses jual beli rampung.
Ia mengaku telah membuat surat perjanjian piutang di hadapan notaris. Dalam perjanjian itu, Andi Pahlevi disebut ikut menandatangani sebagai pihak yang mengetahui dan menyetujui kesepakatan.
"Dia janji satu bulan mau kembalikan uang itu, tapi tidak ditepati," ujar Bahar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar