- Akun WhatsApp palsu mengatasnamakan Wagub Sulbar beredar luas, diduga kuat untuk menipu warga dengan tawaran bantuan pemerintah.
- Pelaku penipuan meminta data pribadi korban menggunakan foto profil Wagub Sulbar untuk mengelabui calon korban secara meyakinkan.
- Pemprov Sulbar mengimbau warga waspada, tidak membagikan data sensitif, dan segera melaporkan nomor mencurigakan kepada pihak berwajib.
SuaraSulsel.id - Sebuah akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga, dilaporkan beredar dan diduga kuat digunakan untuk aksi penipuan.
"Laporan adanya akun yang mengamanatkan Wakil Gubernur Sulbar tersebut beredar hari ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Provinsi Sulawesi Muhammad Ridwan Djafar, di Mamuju, Selasa (2/12).
Akun palsu Wagub Sulbar itu mengirim pesan ke sejumlah warga dengan menawarkan berbagai bentuk bantuan hingga program pemerintah yang tidak benar.
Untuk memperkuat kedoknya, pelaku menggunakan foto profil Wakil Gubernur Sulbar sebagai upaya mengelabui dan meyakinkan calon korbannya.
Dalam modus operasinya, pelaku menghubungi korban secara personal dengan memperkenalkan diri sebagai Wakil Gubernur Sulbar.
Selanjutnya, pelaku meminta data pribadi dan bahkan menjanjikan bantuan dana dengan beberapa persyaratan tertentu.
Sejumlah warga mengaku nyaris terjebak karena pola komunikasi yang terkesan rapi dan meyakinkan.
Pemerintah Provinsi Sulbar telah memastikan bahwa nomor tersebut bukan milik Wakil Gubernur.
"Pejabat negara tidak akan pernah meminta data pribadi atau menawarkan bantuan langsung melalui pesan WhatsApp pribadi," ujar Ridwan Djafar.
Baca Juga: Waspada! Flu Babi Mengintai Sulawesi Barat, Ini Langkah Pencegahan Dinas Kesehatan
Pemprov Sulbar kata Ridwan Djafar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang datang dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai pejabat tertentu, baik itu mengatasnamakan Gubernur maupun Wakil Gubernur Sulbar
"Jika menerima pesan mencurigakan, segera lakukan klarifikasi atau laporkan ke pihak berwajib," katanya.
Saat ini tim dari Sekretaris Pribadi Wagub Sulbar lanjutnya, mulai melakukan penelusuran asal-usul nomor tersebut.
"Mereka juga membuka ruang pengaduan bagi warga yang mungkin menerima pesan serupa untuk melaporkannya," ujar Ridwan Djafar.
Ridwan Djafar menyampaikan beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari aksi penipuan, diantaranya verifikasi sumber.
Pejabat pemerintah resmi kata dia, tidak akan menghubungi secara tiba-tiba melalui WhatsApp pribadi untuk menawarkan bantuan, apalagi meminta data pribadi atau sejumlah uang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar