- Wamen PKP Fahri Hamzah mendorong gerakan Indonesia ASRI di Makassar untuk permukiman aman, sehat, resik, dan indah.
- Fokus utama program ini meliputi peningkatan keamanan lingkungan, perbaikan sanitasi, dan penghentian praktik buang air besar sembarangan.
- Kementerian PKP mengalokasikan dana besar untuk renovasi rumah, sambil menghormati kearifan lokal serta menyiapkan pasar hunian sewa terjangkau.
SuaraSulsel.id - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah mendorong penerapan gerakan Indonesia ASRI di berbagai daerah, termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Program tersebut merupakan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan permukiman yang aman, sehat, resik, dan indah.
Hal itu disampaikan Fahri saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Fahri, konsep Indonesia ASRI bukan sekadar slogan, melainkan panduan pembangunan lingkungan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keamanan, kesehatan, hingga kualitas hunian.
"Aman artinya kita menghidupkan kembali siskamling, gotong royong, dan partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan. Itu budaya lama yang harus kita hidupkan lagi," kata Fahri.
Selain keamanan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting.
Pemerintah mendorong perbaikan sistem sanitasi, pengelolaan sampah, serta saluran drainase di kawasan permukiman.
"Sehat artinya kita memperbaiki selokan, sanitasi, dan manajemen sampah. Itu arahan langsung dari Bapak Presiden," ujarnya.
Fahri menekankan pentingnya lingkungan yang bersih atau resik. Ia mengatakan, kondisi lingkungan yang bersih harus dimulai dari rumah tangga, termasuk memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap sanitasi yang layak.
Baca Juga: Jusuf Kalla: Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Iran, Asalkan...
Ia bahkan menegaskan praktik buang air besar sembarangan tidak boleh lagi terjadi di masa sekarang.
"Saya mengusulkan agar sanitasi dan toilet rumah tangga benar-benar aman. Kalau bisa tidak ada lagi sanitasi yang tidak aman, apalagi orang buang air besar di tempat terbuka. Itu peradaban masa lalu yang tidak bisa lagi kita pertahankan," tegasnya.
Sanitasi yang tidak aman diketahui dapat memicu berbagai penyakit serius, seperti kolera, disentri, diare, hingga stunting. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi perekonomian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), akses sanitasi layak di Sulawesi Selatan saat ini telah mencapai 92,24 persen. Namun, hanya sekitar 12,92 persen yang masuk kategori sanitasi aman.
Selain itu, data BPS menunjukkan hanya satu dari sepuluh rumah tangga di kawasan perkotaan yang mengelola air limbah rumah tangga secara aman, misalnya melalui penyedotan lumpur tinja secara rutin.
Penanggung jawab Program Air, Sanitasi, dan Higiene UNICEF Makassar, Wildan Setiabudi mengatakan rendahnya kualitas sanitasi masih menjadi penyebab berbagai penyakit yang mengancam keselamatan anak-anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Latihan Pestapora Makassar Segera Digelar, Simak Cara Beli Tiket dan Nikmati Promo BRImo
-
Gubernur Sulsel Mulai Proyek Rp5,9 Miliar Demi Tuntaskan Banjir Luwu Utara
-
Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu