- Masa jabatan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe berakhir 19 November 2025, namun DPP belum menjadwalkan Musda.
- DPP Golkar di bawah Bahlil Lahadalia belum menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) ketua, membuat struktur berjalan administratif.
- Sulawesi Selatan adalah basis suara penting Golkar, dan kekalahan pemilu 2024 menambah urgensi penentuan pemimpin baru.
Artinya, Bahlil punya kewenangan penuh menentukan sosok yang akan duduk sementara di kursi ketua Golkar Sulsel.
Beberapa pekan terakhir, nama Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Sulawesi, Muhidin M Said santer disebut sebagai kandidat terdepan untuk mengisi posisi Plt ketua.
Muhidin adalah kader senior dan tokoh berpengaruh di lingkup Sulawesi.
Namun, sumber internal menyebutkan sejauh ini semua masih sebatas wacana. Belum ada keputusan tertulis atau arahan resmi dari Bahlil.
Hingga hari ini, DPP belum memberikan kepastian mengenai siapa yang ditunjuk, sekaligus kapan Musda Sulsel akan digelar.
Janji Bahlil Tinggal Empat Hari
Pada Perayaan HUT Partai Golkar Oktober lalu, Bahlil sempat menegaskan bahwa seluruh Musda provinsi harus tuntas paling lambat November 2025.
Itu berarti Musda Golkar Sulsel seharusnya digelar dalam empat hari ke depan. Namun, tanda-tanda pelaksanaannya belum terlihat.
Manuver Bahlil ini memunculkan spekulasi politik. Beberapa kalangan menilai ketua umum baru tersebut sedang berhati-hati menyusun peta kekuatan internal, khususnya di daerah strategis seperti Sulsel yang selama ini dikenal memiliki dinamika elite kuat dan faksi yang bersaing ketat.
Baca Juga: Gubernur Sulsel: Fokus Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Saat Musim Hujan
Ada pula yang menilai Bahlil sedang mempertimbangkan figur ketua baru yang bisa mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan, sekaligus menyelaraskan mesin daerah dengan strategi nasional menjelang konsolidasi Pemilu 2030.
Taufan Pawe, Ketua Golkar Sulsel periode 2020-2025, memilih tak memberi komentar saat diminta menanggapi nasib Musda maupun kursi yang ditinggalkannya.
"Saya no comment," kata mantan Wali Kota Parepare itu singkat.
Selama masa kepemimpinannya, Taufan dikenal sebagai figur yang cukup vokal dalam politik lokal.
Namun, kekalahan Golkar di Pemilu 2024, pertama kalinya sejak era otonomi daerah menjadi catatan kelam bagi partai beringin di Sulsel.
Golkar tersalip oleh Partai NasDem dalam perolehan kursi DPRD Provinsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?