- Gubernur Sulsel menegaskan seleksi Paskibraka nasional telah dilakukan sesuai mekanisme resmi melalui proses penilaian berjenjang yang kredibel.
- Panitia daerah dan tim pusat melibatkan berbagai institusi lintas sektor guna menjamin objektivitas serta mencegah praktik intervensi seleksi.
- Hasil seleksi didasarkan sepenuhnya pada asas keunggulan, kompetensi, dan prestasi peserta tanpa memandang latar belakang suku atau ras.
SuaraSulsel.id - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Sulawesi Selatan telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Gubernur Andi Sudirman di Makassar, mengatakan proses penilaian dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki kompetensi dan kredibilitas di tingkat nasional.
“Apa yang telah dinilai dan diputuskan merupakan hasil seleksi yang dilakukan sesuai mekanisme. Kesbangpol provinsi bersama TNI dan Polri sebagai panitia daerah telah bekerja maksimal menjalankan seluruh tahapan yang menjadi kewenangan daerah,” katanya, Selasa (2/6).
Ia menjelaskan tim seleksi tingkat pusat terdiri atas berbagai unsur, mulai dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).
Keterlibatan lintas institusi tersebut menjadi bentuk pengawasan bersama guna menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas proses seleksi.
“Karena itu, proses yang berjalan tidak ditentukan oleh individu ataupun kepentingan tertentu. Mekanisme yang ada dirancang untuk menutup ruang bagi praktik titipan maupun intervensi,” katanya saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Ia menekankan prinsip utama seleksi Paskibraka berupa keunggulan dan prestasi peserta berdasarkan hasil penilaian yang telah ditetapkan.
“Kita mendahulukan asas keunggulan. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil seleksi yang objektif, bukan berdasarkan klaster yang berbau ras maupun suku,” katanya.
Andi Sudirman berharap, masyarakat dapat menyikapi berbagai dinamika yang berkembang dengan bijak serta tetap menjaga persatuan dan semangat kebangsaan.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyelundup BBM Subsidi
Menurut dia, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam menyikapi setiap perbedaan pandangan, termasuk dalam merespons berbagai proses seleksi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh institusi negara.
“Semangat Pancasila justru mengajarkan kita untuk menjunjung persatuan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual
-
Makassar Dikepung Asap, Wali Kota Periksa Ruangan RSUD Daya
-
7 Calon Rektor UNM Menjalani Pemeriksaan Kesehatan
-
Pelatih PSIM Kirim Pesan Menohok Jelang Lawan PSM Makassar
-
Alasan Tito Karnavian Berhentikan Husniah Talenrang dengan Tidak Hormat