- Tim gabungan sedang membersihkan material longsor yang memutus akses jalan utama menuju Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang.
- Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu malam akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Sidrap.
- Peristiwa ini mengisolasi 614 warga dan menyebabkan kerusakan fisik pada 221 unit rumah di lokasi terdampak bencana tersebut.
SuaraSulsel.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan petugas gabungan saat ini masih berjibaku membersihkan material tanah longsor guna membuka kembali akses jalan yang tertimbun menuju Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, mengatakan bahwa pembukaan jalur tersebut menjadi prioritas utama penanganan darurat mengingat ruas jalan yang tertutup merupakan akses utama transportasi warga setempat.
"Hingga Senin (1/6) tim gabungan masih fokus melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor di ruas jalan yang menjadi akses utama menuju desa terdampak," kata dia, Selasa (2/6).
Dia menjelaskan pembukaan akses jalan dilakukan secara bergotong royong melibatkan petugas instansi terkait dengan warga setempat memanfaatkan semua peralatan yang ada demi memastikan distribusi bantuan logistik serta mobilitas warga dapat kembali berjalan normal.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan bahwa tanah longsor itu sendiri dilaporkan terjadi pada Sabtu (30/5) malam dipicu oleh fluktuasi cuaca berupa guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Sidrap.
Guguran material tanah kemudian menutup jalur darat di Kecamatan Pitu Riase, sehingga sempat memutus urat nadi transportasi dan menyebabkan kawasan desa setempat menjadi terisolasi.
Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, penyumbatan akses jalan dan dampak longsor ini secara akumulatif telah mengganggu aktivitas harian bagi sedikitnya 614 orang warga.
Selain menyumbat dua titik akses jalan utama, bencana hidrometeorologi basah tersebut dilaporkan juga membawa kerugian materiil berupa kerusakan fisik pada 221 unit rumah warga sekitar yang terpapar material longsoran.
Baca Juga: BPBD Kendari Bantu Bersihkan Sisa Lumpur Pascabanjir di Rumah Warga
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Terjang Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Sigambal Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
-
Kapan Pemadaman Listrik di Sulsel Berakhir? Ini Kata Gubernur Andi Sudirman
-
Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
-
800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan
-
Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar