- BPOM Sulsel sita kosmetik ilegal senilai Rp1,2 M karena mengandung merkuri & bahan berbahaya.
- Permintaan tinggi untuk produk pemutih instan jadi pemicu utama peredaran masif di Makassar.
- Waspadai produk tanpa izin edar, cek via aplikasi BPOM Mobile untuk hindari risiko kerusakan ginjal.
SuaraSulsel.id - Fakta miris terungkap di tengah masifnya kampanye gaya hidup sehat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar menemukan lonjakan drastis peredaran kosmetik ilegal berbahaya di Sulawesi Selatan, dengan nilai temuan mencapai Rp1,3 miliar hingga September 2025.
Angka ini meroket tajam dibandingkan temuan sepanjang tahun 2024 yang hanya bernilai Rp175 juta. Ironisnya, dari total temuan tahun ini, produk kosmetik ilegal mendominasi dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,2 miliar.
Kepala Balai Besar BPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan masyarakat akan produk pemutih instan menjadi biang keladi suburnya peredaran produk berbahaya ini.
Keinginan untuk tampil putih dalam waktu singkat mengalahkan kesadaran akan risiko kesehatan jangka panjang seperti kerusakan kulit hingga gangguan fungsi ginjal.
"Makassar ini sangat rawan peredaran kosmetik berbahaya karena masyarakatnya memang banyak yang ingin cepat putih," ujar Yosef kepada media Jumat, 17 Oktober 2025.
Celah inilah yang dimanfaatkan produsen nakal dengan menambahkan bahan kimia terlarang seperti merkuri dan hidrokuinon ke dalam produk mereka. Janji manis hasil instan menjadi senjata ampuh untuk memikat konsumen yang kurang waspada.
"Baru tiga hari sudah mau kinclong, embel-embel seperti itu pasti laku. Padahal cantik itu tidak mesti putih," tegasnya.
BPOM mencatat, temuan produk ilegal sepanjang tahun ini mencapai 353 item, jauh melampaui 131 produk di tahun sebelumnya.
Tak hanya berasal dari luar negeri, sebagian produk berbahaya tersebut justru diproduksi secara lokal. Yosef menyebut pihaknya telah menangani empat perkara pidana terkait produsen kosmetik ilegal di Gowa dan Makassar.
Baca Juga: Megah! Stadion Sudiang Berlayar Jadi Ikon Baru Sulsel: Desain Phinisi Bikin Takjub
"Kami menemukan perusahaan kosmetik di Gowa dan Makassar yang produknya mengandung bahan dilarang," ujarnya.
Dari penindakan tersebut, BPOM menyita 228 jenis produk dengan total 16.285 kemasan, yang nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp1,4 miliar.
Waspada Vaseline Arab Tanpa Izin Edar
Salah satu produk yang menjadi sorotan khusus adalah Vaseline asal Arab Saudi yang marak dijual di toko daring maupun konter kosmetik. Yosef menegaskan produk ini tidak terdaftar dan tidak memiliki izin edar resmi dari BPOM, sehingga keamanannya tidak terjamin.
"Pokoknya kalau tidak ada izin BPOM, jangan beli. Bisa berisiko bagi kesehatan," katanya.
Untuk melindungi diri, BPOM mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dan waspada sebelum membeli produk kecantikan. Berikut adalah tips yang bisa diikuti:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
[CEK FAKTA] Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Bergerak Ribuan Langkah Setelah Kecelakaan?
-
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Puncak Gunung
-
Gubernur Sulsel Alokasikan Rp2,5 Miliar Anggaran Operasional Pencarian ATR 42-500
-
Mau Lolos Unhas 2026? Intip 5 Tips dan Strategi Jitu Memilih Program Studi
-
Teller Magang Tuntut Pesangon Bank Sulselbar