- Seorang anggota TNI datang sambil menenteng senjata laras panjang dan membuat kepanikan
- Praka S sempat bercerita bahwa dirinya sedang pusing menghadapi masalah pribadi
- Praka S tiba-tiba mengangkat senjata dan mengarahkannya ke tubuh Serda Pahri
Dari tangan pelaku, petugas menemukan barang bukti berupa satu pucuk senapan SS2 V1, 86 butir peluru tajam, satu buah magazen, tas loreng, serta charger telepon genggam.
Setelah berhasil dilumpuhkan, sekitar pukul 09.45 Wita, Praka S dibawa ke Markas Kodim 1409/Gowa.
Ia didampingi anggota Unit Inteldim dan dua personel Intelkam Polres Gowa.
Dari sana, pelaku langsung diserahkan ke Staf Intel Kodim 1409/Gowa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Kav Budi Wirman yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menegaskan bahwa pelaku bukan bagian dari Kodam, melainkan anggota Divisi III Kostrad.
"Iya, betul ada kejadian di Gowa seperti informasi yang beredar Saat ini pelaku sudah diserahkan kepada Divisi III Kostrad untuk dilaksanakan proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa, tembok pos keamanan bank mengalami kerusakan akibat tembakan. Satu selongsong peluru kaliber 5,56 mm ditemukan di lokasi.
Diduga Terlilit Pinjaman Online
Baca Juga: Bukan Hanya Perang! Satgas TNI Mahir Cukur Rambut Pelajar di Pedalaman Papua
Dari pemeriksaan awal, motif pelaku diduga terkait masalah keuangan.
Praka S disebut-sebut terlilit utang dari pinjaman online (pinjol) sehingga mengalami tekanan mental.
Kondisi itu membuatnya nekat mendatangi bank dengan membawa senjata laras panjang.
Pelaku diduga memiliki niat untuk melakukan perampokan terhadap bank.
Namun aksinya keburu digagalkan oleh aparat TNI AD yang cepat tiba di lokasi.
Hingga kini, Divisi III Kostrad masih mendalami kasus ini, termasuk memeriksa kondisi psikologis pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik