- Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY memotong rambut puluhan pelajar sekolah dasar
- Merapikan dan merawat kesehatan rambut
- Harapannya dengan kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara TNI dan warga
SuaraSulsel.id - Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY memotong rambut puluhan pelajar sekolah dasar (SD) di pedalaman Papua guna meningkatkan komunikasi sosial di daerah penugasan.
Prajurit TNI bergantian memotong rambut puluhan siswa SD di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dansatgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata dalam keterangan tertulis di Wamena, mengatakan memangkas rambut dilakukan dengan tujuan untuk mengubah gaya.
Merapikan dan merawat kesehatan rambut menggunakan alat seperti gunting atau pisau cukur dengan bantuan sisir.
“Kami memberikan pelayanan cukur rambut gratis dengan sentuhan penuh kasih di di Pos Kotis Distrik Walesi, Jayawijaya, Papua Pegunangan guna meningkatkan komunikasi sosial dengan warga di daerah penugasan,” katanya, Rabu 24 September 2025.
Menurut dia, kegiatan ini menjadi momen kebahagiaan bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua.
“Setelah mencukur, mereka disuguhi biskuit dan permen, menjadikan suasana penuh tawa dan kegembiraan dan ada juga yang memeriksakan kesehatan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun turut merasakan manfaat dari inisiatif ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan kegiatan ini mencerminkan kepedulian TNI dalam membantu warga untuk tampil rapi dan disiplin.
“Harapannya dengan kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara TNI dan warga setempat yang membutuhkan, khususnya di daerah penugasan di pedalaman Papua,” katanya.
Baca Juga: Warga Sulsel Ditemukan Meninggal Pasca Kerusuhan di Papua Pegunungan
Salah satu pelajar SD Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan Keron Kerbeya menyampaikan rasa senang dengan kegiatan memotong rambut ini.
“Terima kasih, abang-abang TNI dari Satgas Yonif 521/DY yang telah menyempatkan waktu mencukur saya dan puluhan teman-teman lain,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik