- Dana hibah senilai Rp17,5 miliar
- Sejumlah pengurus cabang olahraga dan atlet yang mengikuti PON XXI sudah dipanggil
- Anggaran Rp14 miliar dikelola langsung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga
Satgas tersebut terdiri atas tim teknis pembinaan dan verifikasi atlet, tim monitoring peralatan tanding, serta tim real cost kebutuhan anggaran PON.
Anggaran Terbatas
Mujiburrahman menyebut keterbatasan anggaran menjadi masalah serius yang dihadapi KONI Sulsel. Pasalnya, jumlah atlet dan official yang diberangkatkan pada PON XXI mencapai 408 orang.
Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding dua edisi sebelumnya, sementara anggaran justru menurun drastis.
Pada PON XIX Jawa Barat 2016, misalnya, Sulsel mendapatkan alokasi Rp68 miliar untuk 321 atlet. Kemudian, pada PON XX Papua 2021, anggaran sebesar Rp32 miliar disiapkan untuk 262 atlet.
Bandingkan dengan PON 2024, hanya Rp17,5 miliar untuk 408 atlet.
"Jumlah atlet naik dua kali lipat, tapi anggaran jauh di bawah," ujar Mujiburrahman.
Meski keterbatasan anggaran, kontingen Sulsel menunjukkan peningkatan perolehan medali di PON XXI.
Jika pada PON XX Papua 2021 Sulsel berada di peringkat 11 dengan 37 medali (11 emas, 13 perak, 13 perunggu), maka di PON XXI Aceh-Sumut Sulsel meraih 61 medali (10 emas, 20 perak, 31 perunggu).
Baca Juga: Investasi di Sulawesi Selatan Terganggu? Yuk Kenalan Dengan Satgas Percepatan Investasi
Namun, secara peringkat nasional, posisi Sulsel justru melorot ke peringkat 15.
Sebelumnya, KONI Sulsel sebenarnya mengajukan kebutuhan anggaran sekitar Rp35 miliar. Dana itu diproyeksikan untuk menutupi biaya keberangkatan, akomodasi, hingga bonus atlet berprestasi. Namun, pemerintah daerah hanya menyetujui Rp17,5 miliar.
Alokasi terbesar dari dana hibah itu, menurut Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 16 Tahun 2024, memang diprioritaskan untuk pembayaran bonus atlet peraih medali.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Kali Wanggu Meluap, 317 Warga Kendari Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat
-
Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
-
Bejat! Pemuda di Makassar Hamili Adik Kandung
-
Apa Sanksi Polisi Viral Bawa Parang ke Rumah Wali Kota Palopo?