- Seorang ibu menangis histeris di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kendari, setelah anaknya meninggal akibat tertabrak alat berat.
- Bocah perempuan kelas 4 SD meninggal saat berjualan tisu karena desakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga.
- Tragedi yang terjadi Kamis malam, 29 Januari, kini sedang diselidiki oleh kepolisian dan operator alat berat telah diamankan.
SuaraSulsel.id - Viral di media sosial yang memperlihatkan seorang ibu tengah menangis histeris di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kendari saat malam hari.
Video viral yang menyebar di media sosial sontak menjadi sorotan. Bagaimana tidak, seorang ibu itu menangis memeluk dengan erat tubuh anaknya yang telah meninggal dunia.
Pada video yang beredar terlihat sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tragis itu hanya bisa terdiam, sebagian menutup wajah, tak sanggup menahan haru.
Diketahui, bocah perempuan berusia delapan tahun yang dipeluk oleh seorang ibu itu masih duduk di bangku kelas 4 SD.
Bocah itu tewas usai tertabrak alat berat saat berjualan tisu di jalan. Tragedi Kendari ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa.
Di baliknya, tersimpan kisah pilu tentang kemiskinan dan perjuangan hidup yang terlalu berat untuk dipikul seorang anak, bahkan oleh keluarga.
Dalam video viral yang membuat air mata tumpah ruah, sang ibu terdengar menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya.
Dengan suara bergetar dan pilu, ia mengungkap alasan yang sangat miris mengapa putrinya harus turun ke jalan malam itu.
“Saya suruh dia jual tisu, karena kita mau makan tidak ada nasi,” ucap sang ibu lirih, berulang kali memeluk tubuh anaknya yang sudah tak bernyawa.
Baca Juga: Tak Ada Nasi di Rumah, Bocah 8 Tahun di Kendari Tewas Saat Jual Tisu di Jalan
Kalimat sederhana ini menguak potret telanjang kemiskinan yang masih nyata di negeri ini. Anak yang seharusnya belajar dan beristirahat, justru diminta membantu mencari uang demi menyambung hidup.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis malam, 29 Januari. Menurut keterangan pihak kepolisian, operator alat berat yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan.
Kasatlantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan menyebutkan bahwa kasus kecelakaan Kendari ini masih dalam proses penyelidikan.
Kabar kematian bocah penjual tisu itu dengan cepat menyebar dan memantik reaksi luas dari warganet. Banyak yang menyampaikan duka mendalam, namun tak sedikit pula yang menyuarakan kemarahan dan keprihatinan.
Berita Terkait
-
Tak Ada Nasi di Rumah, Bocah 8 Tahun di Kendari Tewas Saat Jual Tisu di Jalan
-
Surat Lusuh Warga Sinjai Minta Beras dan Garam, 7 Hari Tak Makan Nasi Anak Sakit
-
Bendahara SMKN 4 Kendari Serahkan Uang Pungli Rp36 Juta, Ada Telepon Dinas Pendidikan?
-
SMKN 4 Kendari Kembalikan Uang Iuran Siswa Rp200 Juta, Ini Alasannya!
-
Dosen Viral Ludahi Kasir: Ternyata Belum Dipecat, Begini Nasibnya Menurut LLDIKTI
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?
-
Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar
-
BBPJN: Pembangunan Jembatan Barombong Bisa Menggunakan Diskresi Menteri PU
-
Kapolres Gowa, Bone, Parepare Hingga Toraja Utara Kena Mutasi
-
UMKM Sulsel Dapat Panggung Nasional Pada HKG PKK