- Bahan masakan Imlek melambangkan keselamatan, kekayaan, dan kebahagiaan, tradisi ini telah dibudayakan warga Tionghoa ratusan tahun.
- Hidangan Yu Sheng simbol peningkatan rezeki, sementara ikan utuh melambangkan keutuhan dan kelancaran hidup.
- Mie panjang umur disajikan utuh dua meter melambangkan umur panjang dan kemakmuran, tidak boleh dipotong saat disantap.
SuaraSulsel.id - Pakar Kuliner keturunan Tionghoa, William Wongso, mengungkapkan, bahan-bahan pangan yang digunakan dalam memasak hidangan khas Imlek bukanlah merefleksikan kemewahan.
Akan tetapi terdapat simbol yang dapat menggambarkan keselamatan, kekayaan, kelanggengan, hingga kebahagiaan.
Tradisi menikmati hidangan khusus Imlek tersebut telah dibudayakan oleh warga etnis Tionghoa di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, sejak ratusan tahun lalu.
Berikut makanan tradisional khas Imlek:
1. Yu Sheng Kemakmuran – Gaya Tuan Besar Semarang
Yu sheng merupakan hidangan tradisional Imlek yang sarat simbol dan harapan. Sajian ini biasanya menjadi hidangan pembuka yang disantap bersama-sama dalam tradisi Lo Hei.
Yakni mengangkat salad setinggi-tingginya menggunakan sumpit sebagai simbol harapan agar rezeki, keberuntungan, dan kesuksesan terus meningkat di tahun yang baru.
Setiap elemen dalam yu sheng memiliki makna tersendiri. Dalam tradisi Tionghoa, ikan mentah merupakan simbol kelimpahan sepanjang tahun.
Kepercayaan ini berangkat dari makna kata yu yang berarti ikan sekaligus surplus.
Baca Juga: Sop Duren Samata Viral di MTF Market! Rahasia Rasa Bikin Nagih Terungkap
Karena itu, menyantap ikan mentah dalam sajian Yu sheng saat imlek diyakini membawa limpahan rezeki di tahun yang akan datang.
Selain ikan, pomelo kerap menjadi bagian penting dalam yu sheng. Buah ini dipercaya sebagai simbol hoki dan keberuntungan.
Saat pomelo dicampurkan ke hidangan, biasanya disertai doa untuk kesuksesan dan kelancaran dalam setiap urusan.
Selanjutnya, yu sheng juga dilengkapi sayuran hijau dan minyak zaitun.
Dalam tradisi, warna hijau menjadi elemen yang tidak boleh hilang karena melambangkan harapan akan kesehatan, yang diwujudkan melalui sayuran seperti mentimun dan bahan hijau lainnya.
Kacang tumbuk juga kerap menjadi pelengkap dalam hidangan yu sheng. Bahan ini melambangkan kemakmuran rumah tangga, yang biasanya disertai doa agar kehidupan keluarga dipenuhi emas dan perak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Tergiur Cepat Kaya? Hati-hati, OJK Ingatkan Mahasiswa Jangan Tertipu Investasi Palsu
-
MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan
-
Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia
-
Mutasi Besar-Besaran! Ini Daftar Lengkap 4 Kapolda Baru di Sulawesi
-
Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan