Dalam pernyataan resmi di akun media sosialnya, Grab menyebut Dandi bukan sekadar mitra, tetapi juga bagian dari keluarga besar perusahaan.
"Kami terdiam. Berat sekali rasanya menuliskan kabar ini. Almarhum telah lebih dari tujuh tahun bersama kami, tumbuh dan berjalan bersama. Beliau bukan sekadar mitra pengemudi, tetapi pejuang jalanan yang setia, sahabat bagi sesama mitra, dan bagian dari keluarga besar Grab," tulis Grab.
Pihak Grab menambahkan, mereka juga akan terus mendampingi keluarga almarhum.
"Kehilangan ini sungguh tragis, meninggalkan duka yang begitu dalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kami semua. Kami bersama pihak keluarga dan komunitas mitra akan selalu bergandengan tangan. Kami sedang memberikan pendampingan langsung dan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan," lanjut pernyataan tersebut.
Selain untuk Dandi, Grab juga menyampaikan doa untuk sejumlah mitra pengemudi lain di Jakarta yang menjadi korban luka saat aksi unjuk rasa nasional.
Dengan meninggalnya Dandi, jumlah korban jiwa dalam kerusuhan yang mengguncang Kota Makassar sejak Jumat malam bertambah menjadi empat orang.
Tiga korban sebelumnya adalah Sarinawati (26), staf DPRD Kota Makassar Akbar Basri alias Abay (26), staf Humas DPRD Makassar dan Syaiful Akbar (43), Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah.
Ketiganya meninggal dunia dalam insiden kebakaran gedung DPRD Makassar yang dibakar massa. Peristiwa itu terjadi setelah ribuan demonstran menduduki gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel pada puncak aksi Jumat malam.
Selain korban jiwa, puluhan kendaraan juga menjadi sasaran amuk massa.
Baca Juga: Mencekam! Satpol PP Lompat dari Lantai 4 DPRD Makassar yang Dibakar Massa, Satu Kritis
Sekitar 70 unit kendaraan roda dua dan roda empat hangus terbakar dalam peristiwa itu. Tidak hanya milik pegawai, beberapa kendaraan dinas pejabat juga ikut ludes dilalap api.
Kerusuhan di Makassar merupakan rangkaian dari aksi protes nasional yang dipicu kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online di Jakarta yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) polisi saat demonstrasi di depan DPR RI.
Gelombang kemarahan publik meluas ke sejumlah kota, termasuk Makassar, hingga berujung pada aksi anarkis.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
5 Hak Tetangga yang Wajib Anda Tahu Agar Ramadan Berkah
-
MTF Market 'Fasting Forward', Ada Cashback 50 Persen dan Hadiah Menarik dari Transaksi QRIS
-
Modus Penipuan Umrah Rp1,8 Miliar di Kendari, Korban Ratusan Orang
-
Rekomendasi Tunik Lebaran Terlengkap di Promo Ramadhan Blibli
-
Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan