Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 23:00 WIB
Gedung DPRD Makassar dibakar massa Jumat (29/8/2025). [Suara.com/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Satpol PP nekat lompat gedung DPRD Makassar terbakar.
  • Tiga korban luka parah, satu kritis usai insiden.
  • Massa bakar kantor DPRD, polisi absen, TNI siaga.
[batas-kesimpulan]

SuaraSulsel.id - Pemandangan mengerikan tersaji di tengah kerusuhan yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025) malam.

Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terpaksa mengambil keputusan nekat, melompat dari lantai empat Gedung DPRD Kota Makassar yang terbakar hebat akibat amuk massa.

Aksi putus asa untuk menyelamatkan diri itu memakan korban. Sedikitnya tiga personel Satpol PP mengalami luka parah, dengan satu di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak detik-detik mencekam saat para abdi negara itu terkapar usai melompat.

Korban lainnya terlihat mengalami patah tulang dan meringis kesakitan sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka (pick up) ke rumah sakit terdekat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, mengonfirmasi insiden tragis yang menimpa petugas Satpol PP tersebut.

"Belum terkonfirmasi apakah korban meninggal atau tidak. Sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya saat dikonfirmasi.

Dahyal, yang juga merupakan mantan Sekretaris DPRD Makassar, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para korban.

"Kami juga masih menunggu dan memantau kondisi korban," kata Dahyal.

Baca Juga: Makassar Harus Perkuat Tata Kelola Sampah: Mulai dari Rumah Hingga TPA

Kerusuhan ini merupakan buntut dari aksi demonstrasi solidaritas atas kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis baraccuda milik polisi di Jakarta.

Aksi yang semula damai berubah menjadi anarkis menjelang malam.

Massa yang marah melampiaskan amarahnya dengan membakar sejumlah fasilitas vital pemerintah.

Selain Gedung DPRD Makassar, massa juga membakar Kantor DPRD Sulawesi Selatan, dua pos polisi di titik berbeda, serta kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

Tak hanya itu, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik anggota dewan serta camat yang terparkir di halaman gedung dewan turut menjadi arang, hangus dilalap si jago merah.

Di tengah situasi yang memanas, keberadaan aparat kepolisian justru tidak terlihat di lokasi-lokasi kerusuhan. Pengamanan tampak diambil alih sepenuhnya oleh personel gabungan TNI.

Load More